SALAM PAPUA (TIMIKA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Mozes Kilangin Timika memprediksi puncak musim hujan di wilayah Papua Tengah, termasuk Kabupaten Mimika, akan berlangsung pada Juni hingga Agustus 2026.

Kondisi tersebut mengikuti pola iklim khas Papua bagian selatan yang berbeda dengan sebagian besar wilayah Indonesia lainnya yang umumnya mengalami puncak musim hujan pada Januari hingga Februari.

Forecaster BMKG Mozes Kilangin Timika, Marsa Reza mengatakan, wilayah Mimika saat ini sudah mulai memasuki musim hujan, namun belum mencapai puncaknya.

“Untuk akhir bulan ini sudah mulai masuk musim hujan, namun memang belum puncaknya. Untuk perkiraannya pagi hujan, siang hari berawan, malam hari berawan dan dini hari hujan. Ini perkiraan hari ini hingga besok di tanggal 29 Mei,” ujarnya kepada salampapua.com, Kamis (28/5/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan prakiraan klimatologi, puncak musim hujan diperkirakan mulai terjadi pada awal Juni dengan intensitas hujan ringan hingga sedang, namun berdurasi lebih panjang.

“Puncaknya diperkirakan di awal bulan Juni, untuk intensitas hujan ringan hingga sedang namun durasinya cenderung lebih panjang,” jelasnya.

Selain prakiraan cuaca darat, BMKG juga memberikan informasi kondisi perairan di Pelabuhan Amamapare Timika pada 29 Mei yang diperkirakan mengalami hujan ringan dengan kecepatan angin 3–4 knot, arus laut 35–54 cm per detik, dan tinggi gelombang berkisar 0,1 hingga 0,5 meter.

“Untuk kondisi laut saat ini masih normal. Bagi masyarakat yang akan berlayar mencari ikan masih aman untuk siang hari, namun untuk sore hari angin cukup kencang. Sebaiknya masyarakat yang ingin melaut bisa melihat kondisi cuaca di stasiun,” pungkasnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi