SALAM PAPUA (TIMIKA) - Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan pada Kementerian PPN/Bappenas, Medrilzam mengungkapkan bahwa konektivitas darat di Papua menjadi salah satu persoalan utama pembangunan.
Hal ini ia tegaskan di hadapan awak media usai pertemuan dialog Strategis Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas dengan Gubernur, Bupati, dan Walikota se-Tanah Papua, yang diselenggarakan di Ballroom Kantor BPKAD Mimika, Kamis (30/7/2026).
Menurut dia, berbagai sumber pendanaan telah disiapkan, mulai dari Dana Otsus, Dana Tambahan Infrastruktur, DAK Fisik untuk jalan, hingga Inpres Jalan Daerah. Selain itu, Bappenas juga membuka peluang dari sumber-sumber pendanaan lain untuk mempercepat pembangunan jaringan jalan.
“Fokus kita pada prioritas penghubung Ibukota provinsi dengan Ibukota kabupaten sebagai tahap awal, tapi tidak semua proyek bisa dikerjakan dalam satu tahun, sehingga perlu penentuan skala prioritas,” ujarnya.
Namun ia menegaskan, pimpinan daerah tidak boleh asal membuat program. Harus ada kesiapan teknis, di mana usulan proyek harus dilengkapi detail desain, pembebasan lahan, dan dokumen pendukung agar tidak tertolak sistem.
“Jadi untuk konektivitas ini benar-benar harus memiliki kesiapan, maka itu OPD dan pemerintah daerah harus menyiapkan dokumen teknis lengkap agar proyek dapat direalisasikan. Sebab kalau tidak, secara sistem program akan menolak,” jelasnya.
Untuk itu Medrilzam menyebutkan bahwa komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah harus ditegaskan dalam membangun rencana menyeluruh agar konektivitas antarwilayah Papua terhubung secara efektif.
“Melalui sinergi pembangunan ini, grand desain konektivitas menjadi acuan bersama dalam mengatur pendanaan dan pelaksanaan proyek,” pungkasnya.
Penulis: Evita
Editor: Jimmy