SALAM PAPUA (TIMIKA) – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika terus mengintensifkan pemantauan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan tetap aman di tengah dinamika ekonomi yang masih memengaruhi harga komoditas.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika, Gat Tebay, mengatakan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) secara rutin turun ke lapangan untuk memantau perkembangan harga berbagai komoditas kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, pemantauan dilakukan setiap hari dengan memperbarui data harga sejumlah bahan pangan seperti sayur-mayur, ikan, cabai, serta kebutuhan pokok lainnya sebagai dasar pengambilan kebijakan apabila terjadi lonjakan harga.
"Tim inflasi sudah turun ke lapangan melakukan pengawasan. Kami juga setiap hari memantau harga kebutuhan rumah tangga. Data itu selalu kami perbarui setiap hari," ujar Gat Tebay saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (16/7/2026).
Ia menjelaskan, fluktuasi harga pangan di Kabupaten Mimika masih dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal, terutama biaya distribusi dari luar daerah. Sebagian besar kebutuhan pangan masyarakat masih dipasok dari Surabaya sehingga perubahan ongkos angkutan laut maupun harga bahan bakar turut memengaruhi harga jual di tingkat pasar.
"Harga kadang naik, kemudian turun lagi. Saat ini kondisinya masih relatif netral, meskipun belum benar-benar stabil karena dipengaruhi kondisi global," katanya.
Selain melakukan pemantauan harga, Dinas Ketahanan Pangan juga terus menggencarkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai salah satu strategi menjaga daya beli masyarakat.
Dari target 15 kali pelaksanaan sepanjang tahun 2026, hingga pertengahan Juli kegiatan tersebut telah terlaksana sebanyak sembilan kali. Lokasi terakhir pelaksanaan Gerakan Pangan Murah berada di Distrik Wania dan mendapat antusiasme masyarakat.
Gat Tebay menambahkan, pihaknya kini tengah menyiapkan Gerakan Pangan Murah edisi khusus untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus mendatang. Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
"Kami sudah siapkan Gerakan Pangan Murah untuk mendukung rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI, sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," jelasnya.
Melalui pemantauan harga yang dilakukan secara berkelanjutan dan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga, sehingga inflasi daerah dapat dikendalikan dan daya beli masyarakat tetap terpelihara menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi