SALAM PAPUA (TIMIKA) – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Mimika, Emanuel Kemong, menegaskan seluruh persiapan pelaksanaan MBG di Kabupaten Mimika harus diselesaikan sebelum pemerintah pusat mengeluarkan keputusan resmi terkait pelaksanaan program tersebut.
Penegasan itu disampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi Satgas Pelaksanaan MBG Kabupaten Mimika Tahun 2026 bersama Badan Gizi Nasional (BGN) Papua Tengah, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta instansi vertikal di Ruang Rapat Pusat Pemerintahan (Puspem) Jalan Poros SP3, Timika, Rabu (16/7/2026).
Menurut Kemong, seluruh tahapan persiapan harus tetap berjalan meski saat ini masih berlangsung proses monitoring dan evaluasi serta adanya pergantian pimpinan di tingkat pusat.
"Sampai selesainya tahap monitoring dan evaluasi, meski ada pergantian pimpinan BGN dari pusat, semua aspek harus tetap kita jalankan. Sehingga apabila seluruh proses di pusat selesai, Timika sudah dalam kondisi siap," ujarnya.
Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap Program MBG kini semakin meningkat dibandingkan saat awal peluncuran program yang sempat menuai penolakan di sejumlah daerah.
Karena itu, ia berharap seluruh pihak dapat memastikan pelaksanaan MBG berjalan secara efektif sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
"Dulu memang banyak penolakan terhadap MBG, tetapi sekarang animo masyarakat sudah meningkat dan memberikan respons yang positif. Karena itu saya berharap pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik dan efektif," katanya.
Kemong juga meminta OPD yang selama ini telah memiliki program penyediaan makanan bergizi, seperti Dinas Pendidikan maupun Dinas Pemberdayaan Perempuan yang melayani ibu hamil, tetap melanjutkan program tersebut.
Menurutnya, program-program tersebut tidak boleh dihentikan, melainkan harus disinergikan dengan pelaksanaan MBG agar seluruh kelompok sasaran tetap mendapatkan layanan.
"Meskipun ada MBG, saya berharap OPD yang sudah memiliki program makan bergizi tetap menjalankannya dengan berkoordinasi bersama BGN. Masih ada sasaran yang belum terlayani, misalnya sekolah-sekolah di wilayah pedalaman yang menjadi fokus Dinas Pendidikan," tegasnya.
Sementara itu, Pendamping Kepala Regional BGN Papua Tengah, Suherman Bondar, menjelaskan bahwa berdasarkan Surat Edaran Kepala BGN Nomor 12 Tahun 2026, pelaksanaan MBG di Mimika sempat dihentikan sementara sebagai bagian dari kebijakan efisiensi dan penyesuaian organisasi.
Namun, melalui Nota Dinas tertanggal 13 Juli 2026, operasional program kembali disesuaikan dengan kondisi di daerah.
Ia menyebutkan bahwa pada 13 hingga 20 Juli 2026 sebagian besar sekolah masih melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sehingga peluncuran kembali Program MBG direncanakan berlangsung pada 20 Juli 2026 secara serentak di sekolah-sekolah yang telah siap.
Meski demikian, pelaksanaan tersebut masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat.
"Untuk Timika, tanggal 13 sampai 20 Juli masih berlangsung MPLS. Kami merencanakan pada 20 Juli dilakukan launching serentak bagi dapur MBG yang sudah siap beroperasi, namun tetap menunggu keputusan dari pusat. Saat ini terdapat enam dapur yang siap beroperasi, sedangkan dapur yang masih disuspend akan dilakukan penyesuaian," jelasnya.
Rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Mimika bersama BGN memastikan seluruh aspek teknis, kesiapan dapur, distribusi, serta koordinasi lintas sektor telah siap sehingga Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal begitu kebijakan pusat resmi diberlakukan.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi