Penyerapan Dana Otsus Mimika Baru 24 Persen, Wabup Khawatir Hambat Pencairan Tahap Dua Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong ketika memimpin apel pagi di Sentra Pemerintahan SP3 Timika, Senin (27/7/2026)(Salampapua.com/Evita)

Penyerapan Dana Otsus Mimika Baru 24 Persen, Wabup Khawatir Hambat Pencairan Tahap Dua

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mempercepat realisasi penggunaan Dana Otonomi Khusus (Otsus). Pasalnya, hingga akhir Juli 2026, penyerapan Dana Otsus di Kabupaten Mimika baru mencapai 24 persen, jauh di bawah capaian sejumlah daerah lain di Papua Raya.

Hal itu disampaikan Kemong saat memimpin Apel Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Halaman Pusat Pemerintahan (Puspem), Senin (27/7/2026).

Menurutnya, rendahnya penyerapan Dana Otsus menjadi perhatian serius karena dapat berdampak pada proses pencairan dana tahap berikutnya dari pemerintah pusat.

"Penyerapan anggaran Otsus ini baru 24 persen. Ini jauh tertinggal dari daerah lain di Papua Raya yang sudah mencapai 50 persen dan bersiap menerima pencairan tahap dua," ujar Kemong.

Ia menegaskan, seluruh OPD harus segera mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan yang bersumber dari Dana Otsus agar realisasi anggaran meningkat. Terlebih, Dana Otsus merupakan instrumen penting untuk mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

Kemong mengingatkan agar tidak ada lagi penundaan pelaksanaan kegiatan, khususnya program yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat.

"Pergerakannya masih lambat. Saya berharap kegiatan-kegiatan yang bisa mempercepat penyaluran Dana Otsus ini segera dijalankan, sehingga masyarakat yang berhak benar-benar merasakan manfaatnya," tegasnya.

Ia menilai percepatan penyerapan Dana Otsus tidak hanya penting untuk memenuhi target realisasi anggaran, tetapi juga menjadi syarat agar Kabupaten Mimika tidak tertinggal dalam proses pencairan Dana Otsus tahap kedua.

Karena itu, Kemong meminta seluruh OPD meningkatkan koordinasi, mempercepat proses administrasi, serta memastikan seluruh program yang telah direncanakan dapat segera dilaksanakan sesuai jadwal.

"Jangan sampai daerah lain sudah menerima pencairan tahap kedua, sementara Mimika masih tertinggal karena realisasi anggarannya rendah. Ini harus menjadi perhatian serius seluruh OPD," pungkasnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi