SALAM PAPUA (YAHUKIMO) – Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 725/Woroagi di bawah kendali Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III mengamankan sebanyak 5.715 batang tanaman ganja dari dua lokasi ladang di Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.
Temuan tersebut ditinjau langsung oleh Panglima Kogabwilhan III, Lucky Avianto, saat mengunjungi Pos Komando Taktis (Kotis) Yonif 725/Woroagi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
Dalam keterangannya, Letjen Lucky menyebut pihaknya menduga ladang ganja tersebut berkaitan dengan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM). Ia juga mengklaim tanaman ganja itu diduga akan diedarkan, termasuk pada momentum nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 yang berlangsung Senin dini hari.
"Kami tidak dapat membayangkan apabila 5.715 batang ganja kualitas super ini berhasil dipanen terlebih dahulu. Ada dugaan kuat barang haram ini akan diedarkan kepada masyarakat, khususnya anak-anak muda Papua, termasuk memanfaatkan momentum nobar final Piala Dunia," ujar Lucky.
Menurutnya, hasil penjualan ganja tersebut diduga digunakan untuk membiayai aktivitas kelompok bersenjata di Papua. Namun, pernyataan tersebut masih merupakan dugaan yang disampaikan pihak TNI dan belum disertai putusan pengadilan.
Lucky juga menyampaikan bahwa penemuan dua ladang ganja tersebut diyakini hanya sebagian kecil dari persoalan yang lebih besar. Ia mengaku terdapat indikasi masih adanya ladang-ladang ganja lain di wilayah pedalaman Papua yang diduga dibudidayakan oleh pihak-pihak yang berafiliasi dengan kelompok bersenjata.
Ia menilai peredaran narkotika menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda Papua.
"Di saat banyak mama-mama Papua berjuang melindungi anak-anak mereka dari bahaya narkoba, masih ada pihak yang justru menanam benih racun di tanah Papua," katanya.
Lucky mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi penyalahgunaan narkotika. Menurutnya, menjaga generasi muda Papua dari bahaya narkoba bukan hanya menjadi tugas aparat keamanan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa.
Ia menambahkan, penyalahgunaan narkoba dapat menghilangkan masa depan generasi muda, menjauhkan mereka dari pendidikan, keluarga, serta nilai-nilai budaya yang menjadi kekuatan masyarakat Papua.
Pada kesempatan tersebut, Pangkogabwilhan III juga memberikan apresiasi kepada personel Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 725/Woroagi yang terlibat dalam pengungkapan dan pengamanan ribuan batang ganja tersebut. (Sumber: Koops Habema)
Editor: Sianturi