Diduga Usai Pesta Miras, Seorang Pria Ditemukan Tewas Berlumuran Darah Di SP2 Timika Korban YY (30) ditemukan tergeletak berlumuran darah sebelum dievakuasi ke RSUD Mimika untuk menjalani visum et repertum di SP2 Timika, Sabtu (12/9/2026)(Salampapua.com/Dokumen Warga)

Diduga Usai Pesta Miras, Seorang Pria Ditemukan Tewas Berlumuran Darah Di SP2 Timika

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Seorang pria berinisial YY (30) ditemukan tewas dalam kondisi berlumuran darah di Jalur 2, SP2, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (12/9/2026) pagi. Korban diduga menjadi korban tindak kekerasan setelah sebelumnya mengonsumsi minuman keras (miras) bersama sejumlah rekannya.

Personel Polres Mimika yang dipimpin Wakapolres Mimika, Kompol Jaihot Limbong, mendatangi lokasi kejadian sekitar pukul 06.56 WIT. Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans ke RSUD Mimika untuk menjalani visum et repertum.

Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Amir Rado, mengatakan berdasarkan keterangan saksi, korban diketahui mengonsumsi miras sejak Jumat (11/9/2026) siang hingga Sabtu dini hari.

Menurut keterangan saksi, korban awalnya minum bersama sekitar lima orang rekannya di sebuah pondok dekat Gudang Sampoerna. Mereka kemudian berpindah ke pondok di depan rumah salah seorang saksi.

Sekitar pukul 02.00 WIT, saksi masih melihat korban bersama sejumlah rekannya mengonsumsi miras. Saksi kemudian masuk ke rumah. Sekitar pukul 03.40 WIT, saksi mendengar suara keributan dari arah depan rumah.

Saksi lain di sekitar lokasi juga melihat korban bersama beberapa rekannya mengonsumsi miras di pondok dekat Gudang Sampoerna sejak Jumat siang hingga sore.

Sekitar pukul 04.30 WIT, korban ditemukan tergeletak dalam kondisi berlumuran darah. Sementara sejumlah rekannya yang sebelumnya terlihat bersama korban sudah tidak berada di lokasi.

Melihat kondisi korban, saksi kemudian menutupi tubuh korban dengan dedaunan sebelum melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya besi yang dibentuk menyerupai linggis, sebilah pisau, kaleng bir Bintang, dan botol air mineral bekas konsumsi.

“Korban mengalami luka lecet pada bagian kepala sebelah kiri dan susah dievakuasi ke RSUD Mimika,” kata Iptu Amir.

Saat ini, kepolisian masih mendalami identitas sejumlah rekan korban yang terakhir terlihat bersamanya, termasuk motif dan kronologi pasti hingga korban meninggal dunia.

Iptu Amir mengimbau masyarakat menghindari konsumsi minuman keras secara berlebihan karena dapat memicu konflik dan tindak kekerasan.

“Kami harapkan masyarakat untuk menghindari konsumsi minuman keras berlebihan yang sering kali memicu konflik dan tindak kekerasan di lingkungan tempat tinggal,” pesannya.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi