SALAM PAPUA (TIMIKA) – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mimika menyoroti masih rendahnya realisasi fisik dan keuangan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga 24 Agustus 2026.
Kepala Bappeda Mimika, Septinus Timang, mengatakan rata-rata realisasi keuangan maupun fisik OPD hingga saat ini belum mencapai 40 persen. Bahkan, sebagian OPD masih berada dalam kategori sangat rendah.
Menurut Timang, unit layanan berbasis Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), termasuk Puskesmas Banti, menjadi salah satu yang masih tertinggal dalam progres pelaksanaan program. Sementara itu, sejumlah OPD seperti Distrik Amar dan RSUD Mimika telah menunjukkan capaian yang lebih tinggi.
“Rata-rata progres masih rendah. Ada yang sedang, ada yang rendah, bahkan sangat rendah. BLUD Puskesmas masih tertinggal. Sementara OPD seperti Distrik Amar dan RSUD Mimika sudah menunjukkan capaian tinggi,” ujar Timang, Senin (24/8/2026).
Ia menjelaskan, Bappeda terus melakukan asistensi kepada OPD untuk mengidentifikasi kendala yang menyebabkan rendahnya realisasi sekaligus mendorong percepatan pelaksanaan program dan kegiatan.
Dengan waktu efektif pelaksanaan program yang tersisa sekitar tiga bulan, yakni September hingga November, OPD diminta segera mempercepat pelaksanaan kegiatan sekaligus memperbarui data capaian masing-masing.
Timang menekankan pentingnya kedisiplinan operator dalam melakukan penginputan data realisasi agar perkembangan fisik dan keuangan setiap OPD dapat dipantau dengan jelas.
“Desember biasanya sudah sibuk dengan laporan dan tagihan. Jadi kita harap operator rajin menginput capaian supaya progres bisa terpantau jelas,” pungkasnya.
Bappeda Mimika akan terus melakukan asistensi dan pemantauan hingga akhir tahun untuk memastikan OPD dapat mengejar ketertinggalan dan mencapai target pelaksanaan program yang telah ditetapkan.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi