SALAM PAPUA (ILAGA) – Menembus medan pegunungan yang terjal, cuaca ekstrem, dan suhu yang mencapai minus 3 derajat Celsius, personel Komando Operasi (Koops) TNI Habema berhasil menyalurkan dua ton bantuan kemanusiaan kepada masyarakat di Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi, Kabupaten Puncak.
Misi kemanusiaan tersebut dituntaskan pada Sabtu (1/8/2026), setelah personel menempuh perjalanan selama 12 hari untuk membawa bantuan dari titik pendaratan pesawat menuju tiga distrik yang menjadi tujuan.
Keterbatasan akses dan lokasi pendaratan pesawat membuat bantuan harus diturunkan di titik yang berjarak sekitar 120 kilometer dari sejumlah distrik tujuan. Dari lokasi tersebut, personel Koops TNI Habema memikul logistik melewati lereng curam, lembah, sungai, hingga jalur pegunungan untuk mencapai masyarakat.
Dalam perjalanan, para prajurit menghadapi kabut tebal yang datang secara tiba-tiba, hujan, serta suhu rendah hingga minus 3 derajat Celsius. Kondisi tersebut membuat personel harus membangun tempat peristirahatan sementara di sekitar lereng gunung dan kawasan hutan.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, seluruh personel tetap melanjutkan perjalanan untuk memastikan bantuan dapat diterima masyarakat yang telah berbulan-bulan menghadapi dampak kekeringan dan krisis pangan.
Setelah 12 hari perjalanan, bantuan akhirnya tiba dan disalurkan kepada masyarakat di ketiga distrik. Bantuan tersebut terdiri atas beras, paket sembako, mi instan, gula, susu bergizi untuk bayi dan anak-anak, serta obat-obatan.
Seluruh logistik sebelumnya diangkut menggunakan transportasi udara menuju titik yang dapat dijangkau pesawat. Selanjutnya, bantuan dibawa secara manual oleh personel karena keterbatasan akses darat menuju wilayah tujuan.
Dansatgas Teritorial Koops TNI Habema, Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan, S.I.P., mengatakan keberhasilan pendistribusian bantuan tersebut merupakan bukti bahwa negara tetap hadir bagi masyarakat, meskipun harus menghadapi tantangan geografis dan cuaca yang berat.
“Keberhasilan pendistribusian bantuan ini merupakan hasil kerja sama dan dedikasi seluruh personel di lapangan serta dukungan dari pemda setempat. Medan yang ekstrem, cuaca yang tidak menentu, dan keterbatasan akses tidak menjadi alasan bagi kami untuk berhenti. Kami memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran TNI di wilayah pedalaman Papua tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga keamanan, tetapi juga membantu masyarakat menghadapi berbagai kesulitan, termasuk kondisi darurat akibat bencana dan keterbatasan akses.
“Kehadiran TNI bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas kesulitan yang dihadapi masyarakat Papua,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Distrik Lambewi, Lanius Wenda, S.Sos., yang mewakili masyarakat Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi, menyampaikan apresiasi kepada Koops TNI Habema atas bantuan yang telah diberikan.
Lanius menjelaskan, masyarakat di tiga distrik tersebut mengalami kekeringan dan kelangkaan pangan sejak Juni 2026. Kondisi cuaca ekstrem yang berlangsung berkepanjangan menyebabkan hasil panen menurun dan persediaan bahan makanan masyarakat semakin terbatas.
“Kami mewakili masyarakat Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada TNI, khususnya Koops TNI Habema. Bantuan ini memberikan harapan baru bagi masyarakat kami,” katanya.
Ia mengatakan bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat, terutama bayi, anak-anak, dan keluarga yang terdampak kekeringan serta krisis pangan.
“Sejak Juni hingga sekarang kami menghadapi kekeringan dan kesulitan pangan. Bantuan ini sangat berarti, terutama bagi bayi, anak-anak, dan keluarga yang terdampak. Kami berharap kepedulian seperti ini terus berlanjut,” ungkapnya.
Pendistribusian dua ton bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan dampak kekeringan dan krisis pangan di wilayah pegunungan Kabupaten Puncak.
Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat terus diperkuat agar kebutuhan dasar warga di wilayah terisolasi tetap terpenuhi, sekaligus membantu masyarakat menghadapi dampak cuaca ekstrem yang berkepanjangan. (Sumber: Pen Koops TNI Habema)
Editor: Sianturi