Tingkatkan Kompetensi Dokter Dan Perawat IRD, RSUD Mimika Gelar In-House Training Triase Dan Manajemen Nyeri Foto bersama usai penutupan In-House Training Triase Officer dan Manajemen Nyeri bagi tenaga medis Instalasi Rawat Darurat (IRD) di Ruang Pertemuan Edelweis RSUD Mimika, Kamis (13/8/2026)(SalamPapua.com/Evita)

Tingkatkan Kompetensi Dokter Dan Perawat IRD, RSUD Mimika Gelar In-House Training Triase Dan Manajemen Nyeri

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mimika terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kegawatdaruratan dengan memperkuat kompetensi dokter dan perawat di Instalasi Rawat Darurat (IRD).

Salah satunya melalui In-House Training Triase Officer dan Manajemen Nyeri yang digelar bagi tenaga medis IRD dalam dua gelombang, yakni pada 6 dan 13 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 20 peserta yang terdiri dari dokter umum dan perawat IRD.

Direktur RSUD Mimika, dr. Faustina Helena Burdam, M.P.H., mengatakan pelatihan tersebut bertujuan menyamakan pemahaman dan standar kompetensi tenaga medis dalam melakukan penanganan awal pasien, termasuk dalam menentukan tingkat nyeri dan tindakan yang diperlukan.

“Pelatihan ini penting agar dokter dan perawat di UGD memiliki pemahaman seragam. Ketika pasien datang dengan keluhan nyeri, petugas bisa langsung menetapkan skala nyeri dan menentukan tindakan sesuai protap,” ujar Faustina usai penutupan pelatihan di Ruang Pertemuan Edelweis RSUD Mimika, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, kemampuan melakukan triase dan manajemen nyeri menjadi bagian penting dalam pelayanan di ruang gawat darurat. Dengan pemahaman yang seragam, tenaga medis diharapkan dapat menentukan prioritas penanganan pasien secara tepat sesuai kondisi yang dihadapi.

Pelatihan tersebut tidak hanya ditujukan sebagai penyegaran pengetahuan bagi tenaga medis yang telah lama bertugas di IRD, tetapi juga menjadi bagian dari pembekalan bagi dokter dan perawat yang baru bergabung.

Menariknya, seluruh materi pelatihan disampaikan oleh narasumber dari internal RSUD Mimika. Faustina mengatakan hal tersebut dimungkinkan karena RSUD Mimika telah memiliki dokter spesialis yang memiliki kompetensi sesuai bidang masing-masing.

Dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki rumah sakit, pelatihan dapat dilakukan secara lebih relevan dengan kebutuhan pelayanan di IRD RSUD Mimika.

Faustina berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat segera diterapkan dalam pelayanan sehari-hari.

Ia menilai, peningkatan kompetensi tenaga medis akan berdampak pada mutu pelayanan sekaligus kecepatan dalam menangani pasien yang datang ke ruang gawat darurat.

“Harapannya tentu ilmu yang didapat bisa langsung diimplementasikan dalam pelayanan sehari-hari,” ujarnya.

Ke depan, manajemen RSUD Mimika juga akan terus mengevaluasi perkembangan kasus yang ditangani di IRD. Data tersebut akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan tema pelatihan berikutnya agar materi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pelayanan.

Evaluasi akan dilakukan dengan melihat jenis kasus yang paling banyak ditangani, termasuk tiga besar atau lima besar kasus yang mendominasi pelayanan di IRD.

“Kalau di IRD kita lihat kasus apa yang tinggi, misalnya 3 besar atau 5 besar, baru kita tentukan pelatihannya,” tutup Faustina.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi