SALAM PAPUA (TIMIKA) – Wakil Bupati (Wabup) Mimika, Emanuel Kemong, menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme tender proyek pemerintah daerah agar proses pengadaan berjalan transparan, adil, dan memberikan kesempatan yang merata kepada para pengusaha lokal.
Penegasan tersebut disampaikan Emanuel menyusul banyaknya aspirasi dari kontraktor lokal yang mengeluhkan adanya praktik rekomendasi berulang, dominasi kelompok tertentu, hingga dugaan permainan di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD).
Emanuel mengatakan, dirinya kerap menerima keluhan langsung dari para pengusaha yang datang untuk menyampaikan persoalan terkait proyek pemerintah maupun rekomendasi pekerjaan.
“Setiap hari saya hadapi pengusaha-pengusaha datang dengan hal yang sama. Kalau memang OPD mau kasih proyeknya, kasih saja dengan jelas. Kalau tidak, jelaskan apa adanya, jangan berulang-ulang minta rekomendasi,” ujar Emanuel, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah sehingga proses tender tidak menimbulkan keresahan maupun kesan adanya perlakuan khusus terhadap pihak tertentu.
Emanuel juga menyoroti persoalan proyek yang disebut sebagai Pokok Pikiran (Pokir) Dewan. Menurutnya, mekanisme tersebut perlu dievaluasi apabila dalam pelaksanaannya menimbulkan keresahan di kalangan pengusaha lokal.
Ia menekankan bahwa pemerintah daerah harus memastikan seluruh proses pengadaan barang dan jasa berjalan sesuai ketentuan, sekaligus memberikan ruang yang proporsional bagi pelaku usaha lokal untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Mimika.
Selain persoalan tender, Emanuel mengakui masih terdapat dugaan permainan di tingkat OPD yang berpotensi memperburuk kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha terhadap pemerintah daerah.
Karena itu, ia mendorong evaluasi dilakukan bersama pihak terkait, termasuk Badan Pengadaan Barang/Jasa (BPBJ), untuk memastikan mekanisme tender dan penerapan aturan afirmasi bagi pengusaha lokal berjalan sebagaimana mestinya.
“Saya berharap sistem tender ke depan dapat lebih adil, transparan, dan memberi kesempatan merata bagi pengusaha lokal untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah,” pungkasnya.
Emanuel menegaskan, transparansi dalam proses pengadaan menjadi salah satu hal penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan pembangunan daerah dapat dilaksanakan secara profesional dan memberikan manfaat bagi masyarakat Mimika.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi