SALAM PAPUA (KENYAM) – Bupati Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, Yoas Beon, S.IP menegaskan pentingnya kedisiplinan aparatur serta memastikan aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik berjalan di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Hal itu disampaikan Yoas saat memimpin apel gabungan di Kantor Bupati Nduga, Senin (14/9/2026). Apel diikuti Aparatur Sipil Negara (ASN) dari sejumlah OPD yang berada di sekitar Kota Kenyam.
Dalam arahannya, Yoas meminta pimpinan OPD mengecek keberadaan para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), termasuk CPNS K2, PPPK, dan formasi tahun 2024 yang baru menerima Surat Keputusan (SK).
“Tolong dicek kembali apakah mereka tetap masih ada di sini atau sudah keluar. Apalagi saya sudah mendengar baru saja menerima SK CPNS mereka sudah kredit. Ini tolong lihat kembali dan para pimpinan OPD tolong perhatikan hal ini,” ujarnya.
Ia juga meminta keberadaan dan aktivitas CPNS didata dengan baik agar tidak terjadi pembiaran setelah mereka menerima SK.
“Jadi ini tolong pimpinan OPD dilacak dan didata atau dicek kembali supaya kita bisa tertibkan. Jangan ketika ada formasi daftar ramai-ramai, namun ketika terjadi pembiaran maka ini jadi pembiasaan,” tegasnya.
Yoas mengingatkan seluruh pimpinan OPD memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Ia meminta pimpinan, sekretaris, kepala bidang, kepala seksi hingga kasubbag saling mendukung dan menjalankan tugas sesuai tanggung jawab.
Menurutnya, aktivitas pemerintahan di kantor OPD tidak boleh berhenti meskipun pimpinan atau pegawai sedang menjalankan tugas di luar daerah.
“Saya kira penyampaian itu sudah berulang-ulang diingatkan sehingga hari ini lebih tegas. Kepada semua pimpinan OPD ditantang untuk melakukan aktivitas. Kalaupun ada tugas ke luar daerah, aktivitas di kantor harus tetap ada dan tidak boleh kita tutup,” katanya.
Ia meminta kepala OPD kembali mengontrol aktivitas bawahannya, termasuk sekretaris, kepala bidang, kepala seksi dan kasubbag. Hal ini penting agar masyarakat dapat melihat bahwa roda pemerintahan dan pelayanan administrasi tetap berjalan.
Dalam apel tersebut, Yoas juga menyoroti pengelolaan Otonomi Khusus (Otsus) yang menurutnya perlu ditingkatkan. Ia meminta pimpinan OPD, admin dan kepala bidang yang terkait mengikuti rapat bersama kementerian agar memahami perkembangan serta pengelolaan dana Otsus.
Selain itu, Dinas Perhubungan dan Disperindagkop diminta menindaklanjuti hasil inspeksi mendadak (sidak) terkait BBM bersubsidi serta subsidi penerbangan.
“Sehingga kita bisa mengetahui subsidi itu seperti apa dan apa saja yang selama ini belum kita nikmati. Jadi kita akan tinjau ulang dan jika ada yang belum beres bisa kita bereskan dan dievaluasi secara bersama-sama,” paparnya.
Bupati juga menyampaikan rencana evaluasi bersama pimpinan OPD terkait penanganan dampak El Nino, khususnya distribusi air bersih, beras dan kebutuhan masyarakat lainnya.
Ia meminta pendataan masyarakat dilakukan secara menyeluruh di 32 distrik dan 148 kampung di Kabupaten Nduga. Menurutnya, pendataan penting untuk memastikan bantuan dan program pemerintah tepat sasaran.
Dengan APBD sekitar Rp950 miliar dan jumlah pegawai hampir 2.000 orang, Yoas mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah agar bekerja secara cermat dan berdasarkan skala prioritas.
“Tidak semua proposal, misalnya mau bangun rumah, bisa kita penuhi. Karena itu semua harus kita cermati,” tandasnya.
Penulis/Editor: Sianturi