Fogging Dilakukan Sore Hingga Malam, Kadinkes Mimika: Sesuai SOP Pengendalian Nyamuk Malaria

Fogging Dilakukan Sore Hingga Malam, Kadinkes Mimika: Sesuai SOP Pengendalian Nyamuk Malaria

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Goldfried Maturbongs, menjelaskan alasan kegiatan fogging atau pengasapan nyamuk yang dilakukan petugas pada sore hingga malam hari. Menurut Goldfried, waktu pelaksanaan fogging tersebut telah disesuaikan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengendalian vektor malaria, khususnya aktivitas nyamuk Anopheles sebagai vektor penular malaria.

Penjelasan tersebut disampaikan menanggapi pertanyaan dan keluhan masyarakat yang mempertanyakan pelaksanaan fogging pada sore hingga malam hari, yang berbeda dengan anggapan sebagian warga bahwa pengasapan biasanya dilakukan pada pagi atau siang hari.

Goldfried mengatakan, waktu pelaksanaan fogging mempertimbangkan pola aktivitas nyamuk Anopheles yang lebih aktif pada sore hingga malam hari.

“Itu sudah sesuai SOP, karena memang nyamuk malaria itu berkembang dan beraksi saat sore hari,” ujarnya, Selasa (15/9/2026).

Untuk mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat, Dinkes Mimika telah menginstruksikan jajaran pemerintahan di tingkat distrik, kelurahan hingga rukun tetangga (RT) untuk turut menyosialisasikan jadwal dan teknis pelaksanaan fogging kepada warga.

Menurut Goldfried, permintaan fogging saat ini datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Mimika. Namun, pelaksanaannya belum dapat dilakukan secara serentak karena Dinkes masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana operasional.

Keterbatasan tersebut antara lain menyangkut ketersediaan bahan bakar seperti solar dan Pertalite, serta cairan insektisida yang digunakan dalam kegiatan pengasapan.

Kondisi itu membuat jangkauan pelaksanaan fogging harus dilakukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan dan kemampuan operasional petugas.

“Makanya kami berharap supaya lurah dan RT sampaikan kepada warganya bahwa kami di Dinkes pun punya keterbatasan, sehingga belum menjangkau ke semua wilayah,” kata Goldfried.

Ia berharap masyarakat dapat memahami kondisi tersebut dan tetap mendukung upaya pengendalian malaria yang dilakukan pemerintah daerah.

Selain fogging, Dinkes Mimika mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan mengurangi genangan air yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Masyarakat juga diimbau meningkatkan perlindungan diri dari gigitan nyamuk, terutama pada sore hingga malam hari saat aktivitas nyamuk Anopheles meningkat.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi