SALAM PAPUA (TIMIKA) – Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 terus berupaya mencari dan menyelamatkan tujuh warga yang masih belum diketahui keberadaannya setelah menjadi korban penyanderaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Jila, Kabupaten Mimika.
Dari sembilan warga yang sebelumnya menjadi korban penyanderaan, dua telah ditemukan. Yosina Tsenawatme ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan Demerina Uamang berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke Timika pada Senin (14/9/2026). Demerina kini menjalani perawatan di RS Bhayangkara Mile 32, Mimika.
Kasatgas Humas ODC 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengatakan pihaknya masih fokus melakukan berbagai upaya untuk menemukan dan menyelamatkan tujuh korban lainnya. Salah satu kendala utama adalah kondisi geografis Distrik Jila yang sangat terisolir.
“Kami tetap berupaya meski situasi dan kondisi sangat sulit, karena di sana itu sangat terisolir. Kami selalu koordinasi bersama tokoh-tokoh dan masyarakat di sana untuk membantu mencari tujuh korban itu,” kata Yusuf saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (16/9/2026).
Menurut Yusuf, proses evakuasi Demerina sebelumnya juga menghadapi tantangan berat. Perjalanan dari Kampung Bela menuju Distrik Jila membutuhkan waktu hingga tiga hari tiga malam akibat kondisi medan yang sulit.
Selain itu, keterbatasan akses komunikasi turut menyulitkan koordinasi. Di lokasi tersebut, radio Orari menjadi salah satu sarana komunikasi yang dapat digunakan untuk berkoordinasi dengan pihak di Timika.
Satgas ODC juga terus mendampingi Demerina selama menjalani pemulihan. Namun, korban belum dapat dimintai keterangan karena masih mengalami trauma setelah menjalani masa penyanderaan dan menyaksikan rekannya, Yosina, meninggal dunia.
“Kami belum memintai keterangan apa-apa dari korban, karena masih trauma. Baru mau diajak ngobrol saja, korban sudah menangis,” ujar Yusuf.
Sebelumnya, Demerina dan Yosina ditemukan masyarakat di Kampung Bela 1, Distrik Alama, pada 7 September 2026 setelah sekitar 20 hari berada di hutan dalam kondisi kekurangan makanan dan minuman. Demerina kemudian dievakuasi ke Timika pada 14 September untuk mendapatkan penanganan medis.
Satgas ODC masih melakukan koordinasi dengan masyarakat dan tokoh-tokoh setempat untuk memperoleh informasi mengenai keberadaan tujuh korban lainnya serta mengupayakan proses penyelamatan.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi