Wabup Mimika Dorong Perencanaan Pelabuhan Jangka Panjang, Hindari Nasib Seperti Sipu-Sipu Wakil Bupati Kabupaten Mimika, Emanuel Kemong (Salampapua.com/Evita)

Wabup Mimika Dorong Perencanaan Pelabuhan Jangka Panjang, Hindari Nasib Seperti Sipu-Sipu

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong menekankan pentingnya perencanaan pembangunan pelabuhan yang matang dan berkelanjutan agar fasilitas yang dibangun dapat berfungsi dalam jangka panjang serta benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Hal itu disampaikan Emanuel saat menyoroti rencana pembangunan Pelabuhan Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) di Kampung Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah, dan Kampung Otakwa, Distrik Mimika Timur Jauh.

Menurutnya, desain dan pembangunan pelabuhan harus memperhitungkan proyeksi kebutuhan lima hingga 10 tahun ke depan, termasuk kondisi pasang surut, kedalaman alur pelayaran, jenis kapal yang akan dilayani, serta akses jalan darat menuju kawasan pelabuhan.

“Pembangunan harus disesuaikan dengan kondisi lima hingga sepuluh tahun ke depan. Jangan sampai kapal yang kita rencanakan tidak bisa masuk lagi,” ujarnya, Rabu (16/9/2026).

Emanuel mengingatkan agar pembangunan pelabuhan tidak hanya berorientasi pada kemegahan fisik, tetapi juga memastikan fasilitas tersebut dapat digunakan secara optimal. Ia mencontohkan kondisi Dermaga Sipu-Sipu yang menurutnya perlu menjadi pembelajaran dalam perencanaan infrastruktur pelabuhan di Mimika.

“Kita berharap pelabuhan ini benar-benar jadi simpul pelayanan, bukan sekadar bangunan besar tanpa aktivitas,” tegasnya.

Ia juga menilai akses jalan darat menjadi bagian penting dalam pengembangan pelabuhan. Menurutnya, konektivitas darat dan laut akan membuka peluang pertumbuhan aktivitas ekonomi di wilayah timur maupun barat Mimika.

Dengan konektivitas tersebut, aktivitas perdagangan dan pelayanan masyarakat diharapkan tidak hanya terpusat di kawasan Pomako, tetapi dapat berkembang ke wilayah lain.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika telah menggelar seminar hasil studi perencanaan pembangunan Pelabuhan ASDP. Dalam hasil studi tersebut, rencana lokasi yang sebelumnya berada di Kampung Uta, Distrik Mimika Barat Tengah, diarahkan ke Kampung Kapiraya karena kondisi alur sungai di Uta dinilai tidak memungkinkan kapal masuk saat air laut surut.

Sementara itu, lokasi pelabuhan di wilayah timur tetap direncanakan berada di Kampung Otakwa, Distrik Mimika Timur Jauh. Pemerintah Kabupaten Mimika menyebut pembangunan kedua pelabuhan tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas transportasi antarwilayah.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi