Sempat Dirawat Di RSUD, Pemuda Korban Penikaman Di Kadun Jaya Meninggal Dunia

Sempat Dirawat Di RSUD, Pemuda Korban Penikaman Di Kadun Jaya Meninggal Dunia

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Muhamad Ramadhani (19), pemuda yang menjadi korban penikaman di depan Kios Wahyu Cell, Kampung Kadun Jaya, Kilometer 10, Kabupaten Mimika, meninggal dunia setelah sempat mendapat penanganan medis di RSUD Mimika, Sabtu (12/9/2026) malam.

Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Amir Rado, membenarkan informasi tersebut. Ia mengatakan korban mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 20.06 WIT di RSUD Mimika, tidak lama setelah dievakuasi oleh keluarganya menggunakan mobil pikap.

Berdasarkan keterangan saksi mata yang berada di lokasi kejadian, insiden tersebut bermula ketika korban sedang duduk di depan kios sambil bermain telepon seluler dan menemani saksi menjaga tempat usaha tersebut.

Sekitar pukul 19.00 WIT, dua orang pria yang diduga dalam kondisi mabuk minuman keras (miras) datang dari arah Kilometer 11.

Salah satu pelaku kemudian mendekati saksi dan meminta rokok. Namun, korban yang duduk di samping saksi menjawab bahwa mereka tidak memiliki rokok dan hanya mempunyai permen.

Korban kemudian menawarkan permen kepada pelaku. Namun, pelaku diduga tersinggung dan mengatakan, “Saya tidak bicara dengan ko (kamu).”

“Korban tawarkan permen ke saksi, tapi pelaku tersinggung dan mengatakan ‘saya tidak bicara dengan ko (kamu),’” jelas Iptu Amir saat dikonfirmasi, Minggu (13/9/2026).

Situasi kemudian memanas ketika salah satu pelaku masuk ke dalam kios dan memerintahkan saksi untuk membakar rokok.

Korban yang tidak terima melihat rekannya diperintah-perintah kemudian menarik saksi agar masuk ke dalam rumah. Namun, korban kembali keluar dan menghadapi kedua pelaku tersebut.

Keributan singkat pun terjadi di depan kios. Dalam situasi yang semakin tegang, salah satu pelaku diduga langsung menusukkan benda tajam ke tubuh korban.

Setelah melakukan penikaman, kedua pelaku melarikan diri ke arah Kota Timika. Sementara korban sempat berlari masuk ke dalam rumah untuk meminta pertolongan sebelum akhirnya dievakuasi keluarganya ke RSUD Mimika.

Namun, setelah mendapat penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 20.06 WIT.

Pasca meninggalnya korban, situasi di sekitar lokasi kejadian sempat memanas. Keluarga korban melakukan pemalangan jalan sebagai bentuk protes sekaligus mendesak aparat kepolisian segera menangkap para pelaku.

Merespons kondisi tersebut, personel Polres Mimika telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pendekatan persuasif kepada keluarga korban serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif.

Iptu Amir mengatakan kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap kedua pelaku.

Ia juga mengimbau keluarga korban dan masyarakat agar menahan diri serta tidak melakukan tindakan anarkis yang dapat memperkeruh situasi.

“Hingga saat ini, tim penyidik masih bekerja keras untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku. Kami meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan memberikan ruang bagi aparat hukum untuk bekerja,” pungkasnya.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi