SALAM PAPUA (TIMIKA) – Setelah melalui perjalanan panjang selama kurang lebih 10 tahun, pembangunan gedung Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua, Jemaat Sinai SP 2, Klasis Timika Utara, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, akhirnya memasuki tahap akhir. Gedung gereja tersebut dijadwalkan diresmikan pada 14–16 Oktober 2026.
Gedung gereja yang berlokasi di Jalan Merpati, Kampung Hangaitji, Distrik Mimika Baru, ini menjadi simbol perjuangan dan kebersamaan jemaat bersama masyarakat dalam membangun rumah ibadah sejak 2016.
Sekretaris Panitia Peresmian Gereja KINGMI Jemaat Sinai SP 2, Nery Mayau, dalam keterangan tertulis kepada Salampapua.com, Senin (12/10/2026), mengatakan pembangunan gereja sempat mengalami hambatan pada 2019 setelah dukungan pembangunan dari pemerintah terhenti.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat jemaat dan masyarakat. Mereka berupaya melanjutkan pembangunan secara swadaya hingga gedung gereja dapat diselesaikan.
“Pembangunan gereja ini dimulai sejak 2016. Dalam perjalanan, pembangunan sempat terhenti pada 2019. Setelah itu, jemaat bersama masyarakat berupaya melanjutkan pembangunan secara swadaya hingga gedung gereja ini dapat diselesaikan,” ujar Nery.
Ia menjelaskan, proses penyelesaian pembangunan hingga persiapan peresmian mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, organisasi, hingga perorangan.
Menurut Nery, panitia menerima bantuan sebesar Rp100 juta dari Wakil Bupati Kabupaten Puncak. Selain itu, Bupati Intan Jaya memberikan bantuan Rp100 juta beserta lima ekor babi. Panitia juga menerima tambahan bantuan Rp200 juta dari Bupati Puncak, Elvis Tabuni.
Dukungan lainnya datang dari Ketua Partai Demokrat di Mimika berupa bantuan Rp50 juta dan satu ekor babi. Panitia turut menerima bantuan dari pihak lain serta sumbangan sukarela masyarakat.
“Bantuan dari berbagai pihak ini sangat membantu kami dalam mempersiapkan kegiatan peresmian. Sebagian dana sudah digunakan untuk penataan halaman, dekorasi, pekerjaan pagar, dan konsumsi selama persiapan kegiatan,” katanya.
Nery menambahkan, persiapan peresmian telah dimulai sejak 5 September 2026 dengan melibatkan jemaat dan masyarakat. Panitia terus bekerja untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik.
Ia menilai, kebersamaan delapan marga yang memiliki ikatan kekeluargaan dan berada dalam wilayah dusun yang sama menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung pembangunan gereja hingga persiapan peresmian.
Sementara itu, Ketua Panitia Peresmian Gereja KINGMI Jemaat Sinai SP 2, Yafet Magai, mengatakan pihaknya terus mematangkan berbagai persiapan menjelang rangkaian acara pada 14–16 Oktober 2026.
Menurut Yafet, peresmian tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk mensyukuri perjuangan panjang jemaat dan masyarakat dalam mewujudkan rumah ibadah.
“Kami dari panitia terus melakukan persiapan agar seluruh rangkaian kegiatan peresmian dapat berjalan dengan baik. Kami berharap dukungan dan kebersamaan jemaat serta masyarakat tetap terjaga hingga kegiatan selesai,” ujar Yafet.
Ia berharap, keberadaan gedung gereja tersebut dapat mempererat persatuan jemaat, memperkuat hubungan kekeluargaan antarmarga, serta menjadi tempat bagi umat untuk beribadah dan mengembangkan kehidupan rohani.
Setelah melewati proses pembangunan selama satu dekade, peresmian Gereja KINGMI Jemaat Sinai SP 2 diharapkan menjadi awal baru bagi kehidupan bergereja sekaligus mencerminkan semangat gotong royong jemaat dan masyarakat dalam membangun rumah ibadah.
Penulis: Elias
Editor: Sianturi