SALAM PAPUA (TIMIKA) – Dinas Pendidikan (Disdik) Mimika menyoroti serius maraknya aksi tawuran antarpelajar yang dinilai menjadi ancaman bagi masa depan generasi muda. Fenomena tersebut disebut sebagai salah satu masalah sosial yang dapat berdampak panjang apabila tidak segera ditangani.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdik Mimika, Nius Wenda, mengatakan pihaknya telah melakukan rapat koordinasi yang difasilitasi Wakapolres Mimika bersama Kabag Ops dan sejumlah pejabat kepolisian. Dalam rapat tersebut, Disdik bersama para kepala sekolah menyepakati sejumlah langkah strategis untuk menekan aksi tawuran antarpelajar.
Salah satu langkah yang ditekankan adalah penguatan peran orang tua. Disdik menilai keluarga merupakan ujung tombak dalam pembinaan karakter anak. Karena itu, kondisi keluarga dan pola pengasuhan dinilai turut berpengaruh terhadap perilaku anak.
Selain itu, Disdik Mimika mempertimbangkan pemindahan siswa yang terlibat aktif dalam aksi tawuran ke daerah asal orang tua atau kerabat. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan lingkungan baru yang lebih kondusif bagi siswa sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan.
“Kita siapkan juga pernyataan orang tua. Jadi, setiap orang tua siswa diwajibkan menandatangani surat pernyataan kesediaan menerima risiko dan mendukung langkah penertiban,” ujar Nius, Kamis (1/10/2026).
Menurut Nius, pengawasan juga akan diperketat melalui razia di lingkungan sekolah. Satpol PP dan Polres Mimika akan dilibatkan untuk melakukan pemeriksaan pada jam belajar guna memastikan tidak ada pelajar yang berkeliaran di luar sekolah tanpa alasan yang jelas.
Kepala sekolah juga diminta lebih berani mengambil langkah disiplin terhadap siswa yang melakukan pelanggaran. Hal ini penting karena masih terdapat guru yang ragu menghadapi siswa dengan perilaku agresif.
Nius menegaskan, langkah tersebut bukan dimaksudkan untuk menelantarkan siswa, melainkan sebagai upaya pembinaan agar mereka dapat berkembang lebih baik di lingkungan yang lebih kondusif.
“Lebih baik kita bina di tempat lain, siapa tahu mereka bisa maju lebih bagus,” tegasnya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi