SALAM PAPUA (TIMIKA) – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika menggelar turnamen Mini Soccer FKUB Cup 2026 untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat toleransi antarumat beragama. Turnamen yang diikuti delapan tim lintas agama ini berlangsung pada 12–14 Oktober 2026 di Fantastic Sport Complex Mini Soccer, Jalan Cenderawasih, Timika, Senin (12/10/2026).
Mengusung tema “Kick Off Harmony: Satu Lapangan, Satu Semangat Kerukunan”, turnamen ini menjadi wadah bagi masyarakat dari berbagai latar belakang agama untuk membangun kebersamaan melalui olahraga.
Delapan tim yang berpartisipasi terdiri dari dua tim Kristen, dua tim Islam, dua tim Katolik, satu tim Hindu, dan satu tim Buddha. Seluruh peserta diharapkan menjunjung tinggi sportivitas serta saling menghormati selama pertandingan berlangsung.
Ketua FKUB Kabupaten Mimika, Dr. Jeffrey C. Hutagalung, M.Phil., menegaskan bahwa turnamen tersebut bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan, melainkan menjadi ruang perjumpaan untuk mempererat hubungan antarmasyarakat yang berbeda agama.
Ia mengingatkan seluruh peserta agar menjaga sikap, menghormati wasit, serta tidak membiarkan persaingan di lapangan memicu perselisihan.
“Kami mengingatkan seluruh peserta agar menjaga sikap, menghormati wasit, dan tidak membiarkan persaingan di lapangan memicu perselisihan. Nilai toleransi harus dijaga baik saat menang maupun kalah,” ujar Jeffrey saat pembukaan turnamen, Senin (12/10/2026).
Jeffrey menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian menyongsong Konvensi Kota Toleran (KKT) II. Menurutnya, upaya memelihara kerukunan perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, khususnya generasi muda.
Ia juga menyampaikan bahwa FKUB Mimika merencanakan kegiatan konser sebagai penutup rangkaian kegiatan pada Oktober 2026.
Sementara itu, Kapolres Mimika, AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak, mengapresiasi inisiatif FKUB dalam memperkuat kerukunan melalui kegiatan olahraga lintas agama. Ia mengajak seluruh peserta bertanding dengan penuh semangat tanpa mengesampingkan kebersamaan.
“Olahraga lintas agama seperti ini adalah sarana memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat Mimika yang majemuk. Melalui pertandingan ini, kita bisa saling mengenal dan memperluas hubungan sosial tanpa memandang perbedaan,” katanya.
Bupati Mimika yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Petrus Pali Ambaa, juga menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekayaan daerah yang harus dijaga bersama.
“Kerukunan tidak cukup hanya dengan kata-kata, tapi perlu tindakan nyata. Melalui olahraga, generasi muda belajar tentang kerja sama, disiplin, dan saling menghargai. Ini adalah modal penting untuk pembangunan daerah,” ungkap Petrus saat membacakan sambutan Bupati Mimika.
Pemerintah Kabupaten Mimika berharap turnamen ini dapat menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat olahraga sekaligus menjauhkan diri dari perilaku negatif.
Melalui Mini Soccer FKUB Cup 2026, semangat “Satu Lapangan, Satu Semangat Kerukunan” diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat, sehingga Mimika tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan harmonis di tengah keberagaman.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi