SALAM PAPUA (TIMIKA) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika akan melanjutkan pembagian masker dengan menyasar sekolah-sekolah guna melindungi anak-anak dari paparan kabut asap yang semakin tebal di wilayah Mimika.
Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Marselino, mengatakan pembagian masker ke sekolah menjadi salah satu langkah untuk melindungi anak-anak dari risiko gangguan kesehatan akibat kondisi udara yang memburuk.
“Kita akan lanjut pembagian masker ke sekolah-sekolah untuk anak-anak sekolah,” ujar Marselino usai mengikuti upacara peringatan HUT ke-30 Kabupaten Mimika di halaman Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem), Senin (12/10/2026).
Selain menyasar sekolah, Dinkes Mimika juga akan meminta setiap Puskesmas turun langsung ke wilayah kerja masing-masing untuk membagikan masker kepada masyarakat.
“Kami nanti akan minta Puskesmas-Puskesmas turun di masing-masing wilayah kerja mereka untuk membagikan masker,” tambahnya.
Terkait kemungkinan pendirian posko kesehatan khusus untuk menangani dampak kabut asap, Marselino mengatakan pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Bupati Mimika.
Di tengah kondisi udara yang memburuk, ia mengimbau masyarakat agar tidak hanya mengandalkan masker yang dibagikan pemerintah, tetapi juga berinisiatif menyediakan masker secara mandiri.
“Meskipun masker sudah kita bagikan, masyarakat diharapkan punya inisiatif sendiri untuk membeli masker di apotek. Setiap kali keluar rumah, wajib menggunakan masker,” tegasnya.
Marselino juga mengingatkan masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan apabila tidak ada keperluan mendesak. Warga yang mengalami gangguan kesehatan, seperti batuk atau sesak napas, diminta segera memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat.
Sebelumnya, Dinkes Mimika telah membagikan sekitar 35.000 masker di sejumlah titik keramaian, antara lain lampu merah Hasanudin, Timika Mall, Diana dan Pendidikan, Petrosie, SP1 hingga SP4, serta SP2 di depan KPPN.
Melalui pembagian masker dan keterlibatan Puskesmas, pemerintah daerah berharap perlindungan terhadap masyarakat dapat diperluas, terutama bagi anak-anak sekolah yang beraktivitas di tengah kabut asap.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi