SALAM PAPUA (TIMIKA) – Masyarakat Distrik Hoya, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, meminta bantuan darurat dari pemerintah daerah dan sejumlah pihak terkait menyusul kekeringan berkepanjangan yang telah berlangsung sekitar enam bulan dan berdampak terhadap ketersediaan air bersih, hasil pertanian, serta pasokan bahan makanan.
Permohonan tersebut disampaikan melalui surat keluhan masyarakat yang ditandatangani perwakilan masyarakat Distrik Hoya, Anton Ogolmagai, pada 1 November 2026 dan diterima Redaksi Salampapua.com, Rabu (4/11/2026).
Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa kekeringan menyebabkan sejumlah sumber mata air mengalami kekeringan, sementara tanaman dan kebun masyarakat mengalami kerusakan. Kondisi cuaca yang tidak menentu juga mengakibatkan akses transportasi menuju wilayah tersebut menjadi sulit sehingga distribusi kebutuhan pokok ikut terkendala.
Masyarakat menyebutkan sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan, terutama bahan makanan pokok berupa beras, minyak goreng, garam, penyedap makanan, gula, dan kopi.
Selain bantuan pangan, masyarakat juga membutuhkan bibit sayuran, bibit tanaman pangan, peralatan pertanian, serta bantuan pemulihan kebun agar aktivitas pertanian dapat kembali berjalan.
Persoalan transportasi dan distribusi logistik turut menjadi perhatian. Masyarakat berharap adanya bantuan pengangkutan bahan makanan, pengiriman logistik, serta dukungan biaya distribusi kebutuhan pokok menuju Distrik Hoya.
Surat permohonan tersebut ditujukan kepada Bupati Mimika, Kepala Distrik Hoya, pimpinan PT Freeport Indonesia, pimpinan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mimika, serta Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika.
Melalui permohonan tersebut, masyarakat berharap pemerintah dan seluruh pihak terkait memberikan perhatian serta bantuan nyata untuk mengatasi kesulitan yang sedang mereka hadapi.
Editor: Sianturi