Puskesmas Timika Jaya Catat 10.458 Kasus Malaria Hingga Oktober, Gencarkan Pengawasan Minum Obat Gedung Puskesmas Timika Jaya yang berada di kawasan SP2, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (5/11/2026)(Salampapua.com/Acik)

Puskesmas Timika Jaya Catat 10.458 Kasus Malaria Hingga Oktober, Gencarkan Pengawasan Minum Obat

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Puskesmas Timika Jaya mencatat 10.458 kasus positif malaria dari 150.776 pemeriksaan yang dilakukan sejak Januari hingga Oktober 2026. Untuk menekan angka penularan dan mencegah kasus berulang, Puskesmas menggencarkan program Pengawasan Menelan Obat (PMO) dengan melibatkan kader malaria di kampung.

Kepala Puskesmas Timika Jaya, dr. Jeannette Esther Maria Suak, M.K.M., mengatakan kasus positif malaria terbanyak ditemukan di Kelurahan Timika Jaya sebanyak 3.096 kasus, disusul Kelurahan Wanagon 2.961 kasus, Kampung Minabua 1.611 kasus, dan Kampung Hangaitji 1.464 kasus.

Selain itu, terdapat 1.326 kasus pada warga yang berdomisili di luar wilayah kerja Puskesmas Timika Jaya, tetapi tetap mendapatkan pelayanan pemeriksaan dan pengobatan di fasilitas kesehatan tersebut.

"Itu adalah data temuan kasus yang kami layani sejak Januari hingga Oktober," kata dr. Jeannette, Kamis (5/11/2026).

Untuk menekan angka penularan, Puskesmas Timika Jaya telah membangun sistem informasi pencatatan dan pelaporan hasil pemeriksaan malaria. Sistem tersebut digunakan sebagai bahan evaluasi dan acuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta mengendalikan angka kesakitan akibat malaria.

Selain memperkuat sistem pendataan, Puskesmas juga memastikan pasien mendapatkan pengobatan sesuai standar. Edukasi mengenai kepatuhan mengonsumsi obat hingga tuntas menjadi salah satu prioritas dalam penanganan malaria.

Upaya tersebut diperkuat melalui pelibatan kader malaria kampung dalam program Pengawasan Menelan Obat (PMO). Melalui program ini, pasien dipantau agar mengonsumsi obat sesuai jadwal dan menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan.

"PMO ini benar-benar gencar kami lakukan, karena penyebab malaria berulang-ulang itu karena pasiennya tidak patuh, dalam hal ini tidak tepat waktu dan tidak menuntaskan semua jenis obatnya," tegas dr. Jeannette.

Ia juga mengimbau masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Timika Jaya agar aktif melakukan pencegahan malaria, baik di lingkungan keluarga maupun tempat tinggal.

Upaya tersebut dapat dilakukan dengan membersihkan genangan air, menjaga kebersihan lingkungan, tidak menumpuk sampah di sekitar rumah, serta konsisten menggunakan kelambu saat tidur, baik siang maupun malam hari.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi