SALAM PAPUA (NABIRE) — Pasca penyerangan terhadap masyarakat
Mogodagi, Distrik Kapiraya, Kabupaten Deiyai, yang melibatkan warga dari suku
Kamoro, Kei, dan sejumlah suku lain, Koordinator Wilayah (Korwil) Anak Pendeta
dan Gembala (APG) Gereja Kemah Injil Kingmi di Tanah Papua mendatangi posko
penanganan konflik dan mengunjungi para korban luka di kediaman masing-masing.
Kunjungan dipimpin langsung oleh Ketua APG Korwil Deiyai,
Oktopianus Doo, SP, didampingi Sekretaris APG Andreas Badii, S.Kom, serta
anggota APG Deiyai. Turut hadir Ketua Koordinator Deiyai Pelipus Edowai, Ketua
Pemberdayaan Melina Edowai, Ketua AMKI Deiyai Robert Edowai, Ketua Kaum
Profesional Gereja Kingmi Pdt. Marinus Edowai, M.Pd, dan Ketua Penginjilan
Koordinator Deiyai.
Rute kunjungan dimulai dari posko penanganan konflik di
rumah Ernes Kotouki, kemudian dilanjutkan ke Gakokebo untuk menjenguk korban
luka, Pdt. Nelius Peuki.
“Di beberapa titik sebelum penyerahan bantuan, kami berdoa
bersama mereka dan memberikan sedikit bantuan kepada posko maupun para korban,”
ujar Ketua APG Korwil Deiyai, Oktopianus Doo, kepada Salampapua.com, Minggu
(30/11/2025).
Ia mengatakan, kedatangan APG diterima baik oleh tokoh-tokoh
Kapiraya, di antaranya Ernes Kotouki, Kepala Suku Kapiraya Mesak Edowai, Kepala
Distrik Kapiraya Akuliana Badokapa, S.IP, Anggota DPRK Deiyai Ance Yupi, serta
masyarakat setempat.
“Kami juga disambut hangat oleh korban serangan dan
keluarganya di Gakokebo,” tambahnya.
Atas nama APG, Oktopianus menyampaikan belasungkawa yang
mendalam atas meninggalnya Pdt. Neles Peuki, Gembala Sidang Amin Mogodagi,
Klasis Tigi Barat, serta korban luka berat maupun luka ringan lainnya.
Menurutnya, bantuan kemanusiaan yang diserahkan APG Korwil
Deiyai diprioritaskan untuk korban yang telah terdata, berupa bantuan uang
tunai untuk biaya pengobatan, agar pemulihan kesehatan mereka dapat berjalan
baik.
“Ini kami lakukan karena ADN kami adalah penginjilan.
Bantuan yang kami berikan ditujukan untuk biaya berobat pasca penyerangan
tersebut,” ucapnya.
Selain membantu para korban, APG juga memberikan bantuan
kepada posko penanganan konflik di rumah Ernes Kotouki di Yomeni.
“Kami melayani, mendoakan, dan memberikan sedikit bantuan
sebagai uluran tangan APG Korwil Deiyai,” jelasnya.
Oktopianus menegaskan bahwa suku-suku lain yang tinggal di
Kapiraya tidak boleh memprovokasi dan harus menyadari bahwa mereka berada di
wilayah yang memiliki tatanan adat antara Kamoro dan Mee
“Stop mencaplok wilayah Kapiraya oleh suku-suku selain
Kamoro dan Mee. Jika suku lain tinggal di wilayah Kapiraya, sadarilah bahwa
Anda datang mencari hidup di tempat orang lain. Kedua suku, Kamoro dan Mee,
sejak nenek moyang hidup rukun dan damai,” tegasnya.
Penulis: Elias Douw
Editor: Sianturi

