SALAM PAPUA (TIMIKA) – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten
(DPRK) Mimika berencana membentuk tiga Panitia Khusus (Pansus) untuk menangani
sejumlah persoalan strategis di daerah. Namun, pelaksanaannya masih menunggu
pembagian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika Tahun
Anggaran 2026.
Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, mengatakan tiga
Pansus tersebut akan difokuskan pada penanganan masalah air bersih, tapal batas
wilayah Kapiraya, serta kondisi keamanan di Distrik Jila.
“Ada tiga isu utama yang kami nilai penting dan mendesak,
yakni air bersih, tapal batas wilayah, dan persoalan keamanan. Karena itu,
pembentukan Pansus perlu dilakukan agar persoalan-persoalan ini bisa ditangani
secara serius dan terukur,” ujar Primus kepada Salampapua.com, Jumat
(23/1/2026).
Namun demikian, ia menjelaskan bahwa pembentukan Pansus saat
ini belum dapat direalisasikan karena masih menunggu kejelasan alokasi APBD
2026. Menurutnya, keberadaan anggaran sangat dibutuhkan untuk mendukung kinerja
Pansus agar dapat bekerja secara maksimal.
“Kami masih menunggu alokasi anggaran, karena pembentukan
dan pelaksanaan tugas Pansus harus didukung pembiayaan yang memadai agar
hasilnya optimal,” jelasnya.
Primus menambahkan, Pansus nantinya akan memiliki tugas
menyusun produk hukum berupa Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), melakukan
analisis terhadap akar permasalahan, serta mengkaji dampak sosial, politik, dan
ekonomi dari setiap isu yang ditangani.
Selain itu, Pansus juga akan mengevaluasi kebijakan
Pemerintah Kabupaten Mimika yang telah berjalan, menyusun laporan resmi berisi
rekomendasi kebijakan, serta memastikan rekomendasi tersebut ditindaklanjuti
oleh pihak eksekutif.
“Pansus tidak hanya berhenti pada rekomendasi, tetapi juga
melakukan monitoring agar solusi yang dihasilkan benar-benar dilaksanakan dan
tidak berhenti di atas kertas,” tutupnya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi

