SALAM PAPUA (TIMIKA) – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Mimika (DPRK) Mimika mendorong percepatan penetapan empat Panitia Khusus (Pansus) untuk menangani berbagai persoalan krusial di Kabupaten Mimika.

Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, menyatakan pihaknya telah membentuk empat Pansus, yakni Pansus Tapal Batas, Pansus Air Bersih, Pansus Kemanusiaan, dan Pansus Karyawan Mogok Kerja (Moker). Pembentukan pansus tersebut merupakan usulan seluruh fraksi sebagai bentuk pengawasan terhadap berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

“Empat Pansus itu dibentuk untuk menangani hal-hal prioritas atau persoalan krusial yang selama ini terjadi di tengah masyarakat Mimika,” ujar Primus saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (23/2/2026).

Primus menjelaskan, Pansus Tapal Batas dibentuk untuk bersama Pemerintah Kabupaten Mimika menyelesaikan persoalan batas wilayah yang selama ini memicu konflik, khususnya di Distrik Mimika Barat Tengah dan Distrik Jila.

Sementara itu, Pansus Air Bersih akan mengawasi progres pelaksanaan program air bersih yang telah menghabiskan anggaran cukup besar, namun dinilai belum tuntas.

“Kita tahu bahwa Pemkab Mimika keluarkan anggaran besar untuk program air bersih, tetapi belum selesai juga. Makanya melalui pansus ini kita kawal dan cek kendalanya apa,” ujarnya.

Terkait Pansus Karyawan Moker, Primus menegaskan persoalan mogok kerja telah berlangsung selama bertahun-tahun dan membutuhkan langkah serius demi kepastian nasib ribuan karyawan.

“Pansus ini sudah didesak sejak lama oleh para karyawan Moker ini,” katanya.

Adapun Pansus Kemanusiaan akan fokus mengawasi persoalan yang berkaitan dengan isu kemanusiaan, termasuk konflik kelompok serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Primus menambahkan, pihaknya telah menggelar rapat internal untuk meminta setiap fraksi mengusulkan nama-nama anggota dewan yang akan ditugaskan dalam empat Pansus tersebut.

Paripurna pengesahan empat Pansus akan disesuaikan dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).

“Pengesahan empat pansus ini menunggu anggaran, karena DPA belum dibagi,” pungkasnya.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi