SALAM PAPUA (TIMIKA) – RSUD Mimika mencatat sebanyak 14.357
kasus malaria ditangani sepanjang tahun 2025. Jumlah tersebut terdiri dari
12.322 pasien rawat jalan dan 2.035 pasien rawat inap.
Direktur RSUD Mimika, dr. Antonius Pasulu, Sp.THT-KL.,
M.Kes, mengatakan malaria masih menjadi salah satu penyakit yang mendapat
perhatian serius dari pihak rumah sakit.
“Untuk malaria, baik penanganan rawat jalan maupun rawat
inap, kami mencatat total 14.357 pasien. Sebanyak 12.322 merupakan pasien rawat
jalan dan 2.035 pasien rawat inap,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).
Dari total kasus tersebut, terdapat pasien ibu hamil dengan
malaria yang juga mendapat penanganan khusus. Tercatat 495 ibu hamil menjalani
perawatan rawat jalan, sementara 144 lainnya dirawat inap.
Selain malaria, RSUD Mimika juga menangani berbagai penyakit
lain. Untuk kategori rawat jalan, kasus yang dominan antara lain pneumonia
unspecified, dispepsia (maag), pulpitis (peradangan saluran akar gigi),
faringitis akut, hipertensi, TBC, low back pain (nyeri pinggang), miopia (rabun
jauh), serta infeksi telinga tengah.
Sementara untuk pasien rawat inap, penyakit yang paling
banyak ditangani yakni infeksi saluran pernapasan bawah, pneumonia,
gastroenteritis (infeksi saluran cerna), malaria tropika, bronkitis akut,
Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), asma, stroke, serta malaria tertiana
(vivax).
Menurut dr. Anton, masih tingginya angka penyakit yang
sebenarnya dapat dicegah menjadi perhatian tersendiri bagi tenaga medis di RSUD
Mimika. Karena itu, setiap pasien yang datang berobat selalu diberikan edukasi.
Pasien malaria diingatkan untuk menghabiskan obat sesuai
aturan dan menghindari gigitan nyamuk guna mencegah penularan ulang.
“Kami juga menekankan kepada ibu hamil yang terdiagnosis
malaria agar berhati-hati dalam mengonsumsi obat dan harus berdasarkan resep
dokter setelah pemeriksaan,” tutupnya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi

