SALAM PAPUA (TIMIKA) – Sepanjang tahun 2025, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika menangani total 141.259 pasien, mencakup layanan Instalasi Rawat Darurat (IRD), rawat jalan, dan rawat inap. Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan dibanding tahun sebelumnya, ini menegaskan tingginya kebutuhan masyarakat Mimika akan layanan kesehatan.

Direktur RSUD Mimika, dr. Antonius Pasulu, Sp. THT,M.Kes menyampaikan, dari total kunjungan tahun 2025 sebanyak 141.259 pasien, yang terdiri dari IRD sebanyak 51.676 pasien, rawat jalan sebanyak 70.170 pasien dan rawat inap 19.413.

Jumlah penanganan tahun 2025 meningkat dari tahun 2024 sebanyak 119.648 pasien, dengan peningkatan 18,5 persen.

“Total kunjungan pasien selama tahun 2025 mencapai 141.259 pasien. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 119.648 pasien, atau naik sekitar 18,5 persen. Dan layanan IRD yang paling banyak dikunjungi,” ujarnya saat ditemui di ruangannya, Selasa (3/2/2026).

Ia menjelaskan, tingginya kunjungan IRD dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah pasien yang mengakses layanan gawat darurat, termasuk pasien dengan kategori non-emergency. Di mana 40 persen pasien IRD tersebut seharusnya dapat ditangani di fasilitas kesehatan (Faskes) tingkat pertama atau layanan poli rawat jalan.

“40 persen dari pasien IRD dengan kategori non-emergency itu sebenarnya bisa melakukan pemeriksaan di Faskes pertama atau poli rawat jalan, dan hal ini sebenarnya telah dikoordinasikan dengan FKTP dan pihak BPJS Kesehatan untuk dapat memberikan informasi kepada pasien peserta BPJS Kesehatan agar dapat melakukan pemeriksaan terlebih dahulu ke Faskes sesuai dengan alur yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan,” jelas dr. Anton.

dr. Anton menambahkan, terkait kondisi di IRD ini pihaknya juga telah melaporkan ke Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), agar pihak terkait, khususnya BPJS Kesehatan dapat memberikan sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat sebagai peserta BPJS Kesehatan, mengenai alur layanan yang sudah ditetapkan.

“Jadi jika pasien kategori non-emergency ini dapat melakukan pemeriksaan terlebih dahulu di Faskes pertama, maka pelayanan di IRD dapat lebih maksimal,” tutupnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi