SALAM PAPUA (TIMIKA) – Pemerintah Distrik Kuala Kencana
menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Aula Distrik Kuala
Kencana, Kamis (5/3/2026).
Kepala Distrik Kuala Kencana, Yemi Gobay, mengatakan
Musrenbang merupakan forum strategis untuk merumuskan arah pembangunan tahun
2027 yang bersumber dari usulan masyarakat.
Perwakilan masyarakat dari dua kelurahan dan delapan kampung
di Distrik Kuala Kencana secara resmi mengusulkan sebanyak 107 program
pembangunan.
“Seluruh usulan tersebut terbagi dalam tiga bidang utama,
yakni bidang Fisik dan Prasarana (Fispra) sebanyak 54 program, bidang
Pemerintahan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) sebanyak 26 program, serta
bidang ekonomi sebanyak 27 program,” ujar Yemi.
Ia berharap seluruh program tersebut dapat direalisasikan
oleh dinas teknis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika.
“Program-program ini merupakan kebutuhan riil masyarakat.
Kami berharap dinas teknis di Kabupaten Mimika dapat menindaklanjuti dan
merealisasikannya sesuai dengan prioritas yang telah disepakati bersama,”
katanya.
Salah satu program prioritas yang diusulkan adalah
pembangunan gedung utama Kantor Distrik Kuala Kencana guna menunjang pelayanan
publik yang lebih maksimal.
Selain itu, pembangunan Kantor Kelurahan Karang Senang juga
menjadi perhatian. Pemerintah distrik berharap pembangunan kantor tersebut
dapat disesuaikan atau setara dengan Kantor Kelurahan Koperapoka, sehingga
pelayanan administrasi kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
Kebutuhan pembangunan infrastruktur di Kuala Kencana dinilai
semakin mendesak mengingat jumlah penduduk yang telah mencapai lebih dari 4.000
jiwa. Jumlah tersebut termasuk masyarakat migran atau pengungsi dari sejumlah
kabupaten seperti Puncak, Puncak Jaya, Intan Jaya, Dogiyai, serta beberapa
daerah tetangga lainnya yang kini menetap di Kuala Kencana.
Di sektor kesehatan, usulan pembangunan mencakup peningkatan
fasilitas puskesmas, pembangunan mess tenaga kesehatan, serta pembangunan pos
kesehatan (pustu) di sejumlah titik.
Sementara di sektor pendidikan, usulan meliputi pembangunan
pagar sekolah untuk jenjang SD, SMP, hingga SMK di wilayah Kuala Kencana guna
meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar.
Pembangunan infrastruktur penghubung antar kampung juga
menjadi perhatian. Beberapa kampung mengusulkan pembangunan jembatan yang
menghubungkan wilayah Utikini 1, Utikini 2, dan Utikini 3.
Jembatan yang ada saat ini dibangun oleh pihak perusahaan
dan memiliki keterbatasan kapasitas, sehingga belum mampu dilalui kendaraan
bertonase besar. Karena itu, pembangunan jembatan permanen yang lebih
representatif dinilai sangat penting untuk mendukung mobilitas serta aktivitas
ekonomi masyarakat.
Selain itu, usulan lain mencakup pembangunan rumah layak
huni bagi masyarakat serta penguatan kegiatan ekonomi melalui dukungan terhadap
kelompok-kelompok usaha masyarakat.
Yemi berharap seluruh usulan prioritas yang telah dirangkum
dapat menjadi bagian dari perencanaan pembangunan Kabupaten Mimika tahun 2027,
demi mewujudkan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan
masyarakat.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi

