SALAM PAPUA (NABIRE) – Pemerintah Provinsi Papua menekankan
pentingnya peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) dalam mendukung
pembangunan daerah dan pelayanan publik di Tanah Papua.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Papua, Komjen Pol (Purn)
Mathius Derek Fakhiri, dalam sambutan yang dibacakan Kepala Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua, Emanuel Korey, pada Rapat
Koordinasi (Rakor) Pengembangan Kompetensi ASN Regional Papua di Ballroom
Kantor Gubernur Papua Tengah sementara di kawasan Bandara Lama Nabire, Senin
(9/3/2026).
Dalam sambutannya, Pemerintah Provinsi Papua menyampaikan
apresiasi kepada Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia,
Pemerintah Provinsi Papua Tengah, serta seluruh pihak yang telah menginisiasi
dan menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua, kami menyampaikan
terima kasih kepada Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia serta
Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang telah menyelenggarakan kegiatan penting
ini,” ujar Emanuel saat membacakan sambutan Gubernur Papua.
Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta
dinamika pelayanan publik menuntut aparatur pemerintah untuk terus meningkatkan
kapasitas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Ia menegaskan bahwa ASN tidak lagi hanya berperan sebagai
pelaksana administrasi, tetapi juga harus mampu menjadi agen perubahan yang
inovatif, adaptif, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat.
“ASN harus mampu menjadi agen perubahan yang inovatif dan
adaptif dalam menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas sumber daya manusia
aparatur menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan Papua ke depan. Hal
ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Papua untuk mewujudkan transformasi
Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis.
Menurutnya, reformasi birokrasi tidak hanya berkaitan dengan
pembangunan fisik, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas sumber daya
manusia aparatur sebagai motor penggerak pembangunan.
Karena itu, pengembangan kompetensi ASN perlu dilakukan
secara sistematis, berkelanjutan, serta berbasis kebutuhan organisasi.
Ia juga menekankan bahwa lembaga pelatihan memiliki peran
strategis dalam membentuk aparatur yang profesional, berintegritas, serta mampu
menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.
Melalui forum rakor tersebut, Pemerintah Provinsi Papua
berharap terbangun kesamaan pemahaman dalam pengelolaan pengembangan kompetensi
ASN di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Dengan aparatur yang profesional dan memiliki semangat
pengabdian, kami yakin tata kelola pemerintahan yang responsif dan pelayanan
publik yang berkualitas dapat terwujud,” tutupnya.
Penulis: Elias Douw
Editor: Sianturi

