SALAM PAPUA (TIMIKA) – Warga di kawasan Jalan Hasanuddin–Irigasi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengeluhkan kurangnya perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika terhadap kondisi infrastruktur dasar di wilayah tersebut, meski lokasinya berada di tengah Kota Timika.

Keluhan tersebut disampaikan masyarakat dalam kegiatan Reses Tahap I anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Mimika, Mariunus Tandiseno dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV yang dilaksanakan di RT 11, Kelurahan Kamoro Jaya, Jumat (13/3/2026).

Masyarakat mengeluhkan sejumlah persoalan infrastruktur seperti jalan rusak, keterbatasan air bersih, minimnya penerangan jalan, hingga rumah tidak layak huni.

Ketua RT 11, Alex Onawame menyampaikan apresiasi kepada anggota dewan yang telah meluangkan waktu mengunjungi wilayah mereka. Bahkan dalam kegiatan tersebut, dewan juga menyerahkan empat ekor babi untuk dimasak dan dimakan bersama warga.

Namun, ia menyayangkan selama ini pemerintah daerah belum pernah datang langsung untuk melihat kondisi masyarakat di wilayah tersebut.

“Kami sudah tinggal di sini bertahun-tahun, tetapi pemerintah belum pernah datang melihat kondisi kami. Kami sangat membutuhkan air bersih, perbaikan jalan, dan penerangan,” ujarnya.

Ia juga menceritakan bahwa kondisi jalan yang rusak pernah menyulitkan warga ketika ada ibu hamil yang hendak menuju rumah sakit untuk melahirkan.

“Jalan ini sangat penting. Kemarin ada ibu hamil yang hendak ke rumah sakit, tetapi karena jalan rusak dan berlubang akhirnya melahirkan di lorong,” ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Kamoro Jaya, Musdalifa mengatakan kunjungan reses tersebut sangat dinantikan masyarakat karena wilayah tersebut berada di pusat kota namun belum mendapatkan perhatian pembangunan.

Menurutnya, sejumlah aspirasi masyarakat sebenarnya telah berulang kali diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), namun belum pernah terealisasi.

“Warga di sini membutuhkan drainase, penerangan jalan, peningkatan jalan lingkungan, pelayanan kesehatan, pos keamanan, hingga pembangunan pagar gereja,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRK Mimika, Mariunus Tandiseno mengaku prihatin melihat kondisi wilayah tersebut yang berada di kawasan perkotaan namun masih menghadapi berbagai keterbatasan infrastruktur.

Ia menilai pembangunan di Mimika memang banyak difokuskan pada wilayah kampung, namun wilayah di pusat kota juga perlu mendapatkan perhatian yang sama.

Mariunus berjanji akan mendorong aspirasi masyarakat tersebut agar dapat direalisasikan, paling lambat pada tahun 2027.

“Paling tidak tahun ini kita dorong perbaikan jalan lingkungan atau lorong dengan penimbunan tailing, dan juga ada rencana perbaikan satu unit rumah untuk Ketua RT 11,” ujarnya.

Kegiatan reses tersebut juga dirangkaikan dengan prosesi adat Bakar Batu dengan pemotongan empat ekor babi yang kemudian dimakan bersama masyarakat setempat.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi