SALAM PAPUA (TIMIKA) – Meski kondisi gedung dan fasilitas masih terbatas serta kerap terganggu konflik antarkelompok, pendidikan bagi para siswa di SMP Negeri 9 Distrik Kwamki Narama tetap berjalan berkat komitmen kepala sekolah dan para guru.

Kepala SMPN 9 Kwamki Narama Mimika, Martha Welma Benamen, S.Pd., menyatakan bangunan sekolah dan sarana penunjang pendidikan saat ini masih jauh dari memadai. Sekolah tersebut belum memiliki pagar, lapangan olahraga, perpustakaan, maupun laboratorium IPA.

“Silakan lihat sendiri kondisi gedung dan fasilitasnya, boleh dibilang belum cukup. Harapan kami, Pemkab bisa menyalurkan bantuan,” ujarnya saat dikunjungi Salampapua.com, Jumat (24/4/2026).

Meski demikian, secara kualitas tenaga pendidik di sekolah itu dinilai memadai. Seluruh guru telah memenuhi sertifikasi kompetensi dari tingkat provinsi maupun pusat. Selain itu, walaupun berada di wilayah pinggiran, SMPN 9 tercatat dalam data Kementerian Pendidikan sebagai salah satu sekolah yang aktif menjalankan kurikulum.

“Sekolah ini masuk dalam daftar sekolah yang paling aktif, khusus di wilayah pinggiran,” katanya.

Saat ini jumlah siswa tercatat sebanyak 120 orang dan sebagian besar berdomisili di kampung-kampung yang kerap mengalami konflik antarkelompok.

Dalam situasi tersebut, para guru tetap berupaya mendatangi rumah siswa untuk melakukan absensi sekaligus memberikan materi pembelajaran agar proses belajar tidak terhenti.

“Kami punya sistem atasi masalah tanpa masalah, jadi guru-guru tetap datangi rumah masing-masing anak yang berada di lokasi konflik. Kami tidak mau anak-anak kami ketinggalan pelajaran,” ucapnya.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi