SALAM PAPUA (NABIRE) – Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas
Geley, menegaskan bahwa program pembiayaan perumahan dan pemberdayaan ekonomi
rakyat harus tepat sasaran serta memberi dampak langsung bagi masyarakat,
terutama Orang Asli Papua.
Penegasan itu disampaikan saat membuka kegiatan Sosialisasi
Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di GPdI
Shaddai, Jalan SMP, Nabire, Senin (27/4/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah mitra strategis
nasional, di antaranya Bank Rakyat Indonesia, Permodalan Nasional Madani, dan
BP Tapera sebagai bagian dari penguatan akses pembiayaan yang inklusif.
Dalam sambutannya, Deinas Geley menegaskan bahwa penyediaan
rumah layak huni bukan sekadar memenuhi kebutuhan tempat tinggal, tetapi
menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup, produktivitas, dan
kesejahteraan masyarakat.
“Program ini harus menyentuh masyarakat yang paling
membutuhkan, tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi berlanjut pada
implementasi yang terukur, konkret, dan tepat sasaran,” tegasnya.
Ia menjelaskan, integrasi berbagai skema pembiayaan seperti
Kredit Program Perumahan (KPP), Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan
(FLPP), serta dukungan lembaga keuangan merupakan langkah strategis untuk
menjawab kebutuhan masyarakat di Papua Tengah.
Menurutnya, sektor perumahan menjadi bagian penting dalam
agenda besar pembangunan daerah yang sejalan dengan visi Papua Tengah yang
adil, bermartabat, berdaya saing, dan berkelanjutan.
“Penyediaan hunian layak adalah fondasi stabilitas sosial.
Ketika masyarakat memiliki rumah yang layak, produktivitas meningkat dan
ekonomi daerah bergerak lebih cepat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor
antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, dan lembaga pembiayaan
sebagai kunci keberhasilan program.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap masyarakat
memperoleh pemahaman yang utuh terkait akses pembiayaan perumahan, sementara
pelaku usaha kecil mendapatkan dukungan modal yang terintegrasi.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah, lanjutnya, berkomitmen
memperkuat koordinasi lintas sektor serta memastikan setiap program pembangunan
berpihak kepada masyarakat lokal secara adil, transparan, inklusif, dan
berkelanjutan.
Deinas juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian
Perumahan dan Kawasan Permukiman, BRI, PNM, BP Tapera, serta seluruh pihak yang
mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, kolaborasi harus menghasilkan langkah nyata,
bukan sekadar seremoni, tetapi mampu mendorong percepatan pembangunan dan
kesejahteraan masyarakat Papua Tengah secara signifikan.
“Mari kita bangun Papua Tengah dengan kerja bersama,
kolaborasi nyata, dan semangat melayani masyarakat,” tutupnya.
Penulis: Elias Douw
Editor: Sianturi


