Bupati Nduga Resmikan Puskesmas Dan Serahkan Bantuan Gereja Serta Pembayaran Lahan Sekolah-Puskesmas Di Krepkuri
Bupati Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, Yoas Beon, SIP ketika menyampaikan sambutan pada kunker di Distrik Krepkuri, Nduga, Kamis (21/5/2026)(Salampapua.com/Elea Worom)
SALAM PAPUA (KENYAM) Bupati Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, Yoas Beon, SIP didampingi Forkopimda Nduga melakukan kunjungan kerja ke Distrik Krepkuri, Kamis (21/5/2026). Pada kesempatan itu dilakukan pengguntingan pita dibukanya pelayanan kesehatan di Puskesmas Krepkuri oleh Bupati Yoas Beon didampingi para pejabat dan tokoh masyarakat dari 6 kampung yang ada.
Kunjungan tersebut juga dilakukan untuk bertatap muka dengan masyarakat sekaligus menyerahkan bantuan bagi gereja serta pembayaran pembelian tanah untuk pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Rombongan Bupati Yoas disambut ratusan warga Distrik Krepkuri yang dipimpin Kepala Distrik Ipote Gwijangge bersama para tokoh masyarakat setempat.
Bupati Kabupaten Nduga, Yoas Beon, SIP bersama Forkopimda serta para tokoh masyarakat di Distrik Krepturi pada kunker, Kamis (21/5/2026)(Salampapua.com/Elea Worom) Dalam kesempatan itu, Bupati menyerahkan bantuan sebesar Rp300 juta untuk Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua Jemaat Sion Ilirikun Krepkuri atau Batas Batu.
Selain itu, Pemkab Nduga juga menyerahkan pembayaran pembelian tanah pembangunan Gedung Puskesmas Krepkuri sebesar Rp250 juta, serta pembayaran lahan untuk pembangunan PAUD, SMA dan SMK sebesar Rp250 juta.
Dalam sambutannya di hadapan masyarakat, Bupati Yoas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pembangunan daerah, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan serta menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu pembangunan di Kabupaten Nduga khususnya di Krepturi.
Bupati Kabupaten Nduga, Yoas Beon, SIP menggunting pita peresmian Puskesmas Krepturi, Kamis (21/5/2026)(Salampapua.com/Elea Worom) Kemajuan suatu daerah bukan hanya tanggung jawab bupati atau dinas-dinas saja, tetapi tanggung jawab kita semua. Masyarakat, kepala kampung, kepala sekolah, kepala distrik dan seluruh unsur pemerintah harus saling mendukung dan bekerja sama, ujarnya.
Menurut Yoas, Distrik Krepkuri merupakan wilayah strategis yang menjadi pintu utama pembangunan Kabupaten Nduga, baik dari sisi pengembangan ekonomi, pertanian maupun pelayanan masyarakat.
Daerah ini sangat strategis. Pusat pengembangan ekonomi ada di sini dan urat nadi pembangunan Kabupaten Nduga juga ada di sini. Karena itu perhatian pemerintah lebih diarahkan ke wilayah ini, katanya.
Ia berharap masyarakat menjaga situasi keamanan agar proses pembangunan dapat berjalan dengan baik.
Kalau daerah aman dan damai, pembangunan bisa berjalan. Tetapi kalau tidak aman, pembangunan tidak akan jalan dan kita hanya bermimpi, tegasnya.
Bupati juga menyampaikan komitmen pemerintah untuk membuka layanan kesehatan di wilayah tersebut meskipun sarana dan prasarana masih terus dilengkapi secara bertahap.
Menurutnya, fasilitas pendidikan dan kesehatan yang sudah dibangun harus dijaga bersama oleh seluruh masyarakat agar dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Dalam kesempatan itu, Yoas juga menyinggung pentingnya menjaga hubungan baik antara Kabupaten Nduga dan Kabupaten Asmat, terutama terkait wilayah perbatasan.
Ia menegaskan persoalan batas wilayah tidak boleh menjadi sumber konflik karena masyarakat Nduga dan Asmat tetap berada dalam satu kesatuan negara dan memiliki hubungan kekeluargaan yang erat.
Saya sudah komunikasi dengan Bupati Asmat. Kita tidak bicara batas sebagai persoalan negara, tetapi lebih kepada wilayah pelayanan pemerintahan agar masyarakat bisa terlayani dengan baik, katanya.
Yoas menambahkan, pemerintah kedua daerah telah melakukan komunikasi dan survei bersama guna memastikan batas pelayanan pemerintahan berjalan baik tanpa menimbulkan persoalan di masyarakat.
Penulis: Elea Worom
Editor: Sianturi