SALAM PAPUA (NABIRE) - Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Dogiyai kembali menunjukkan komitmennya dalam
melestarikan warisan budaya lokal melalui peluncuran dan pembagian baju batik
khas Dogiyai kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan mitra dinas di kantor Disparbud,
Moanemani, Selasa (5/5/2026).
Momentum ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah
daerah dalam mengangkat nilai-nilai budaya asli Dogiyai agar tetap hidup,
dikenal, dan dibanggakan oleh masyarakat luas.
Batik yang dibagikan merupakan model terbaru (model ke-3),
sekaligus melengkapi total empat motif batik khas yang telah dikembangkan oleh Disbudpar.
Batik Dogiyai tidak sekadar kain, tetapi sarat makna
budaya. Setiap motif yang ditampilkan mengandung filosofi mendalam, seperti
noken (simbol kehidupan dan kebersamaan), kalung taring babi (lambang status
dan keberanian), mahkota adat, gelang tangan, hingga tumbuhan khas daerah.
Unsur-unsur ini dirancang sebagai media edukasi sekaligus
kampanye budaya yang menyentuh hati dan pikiran masyarakat.
Kepala bidang kemitraan Disbudpar Kabupaten Dogiyai, Herman
You yang juga pemegang hak cipta batik ini, menegaskan bahwa program ini bukan
hanya soal seragam tetapi gerakan budaya sebagai identitas suku Mee.
“Kami ingin masyarakat Dogiyai merasa bangga dengan
identitasnya. Batik ini adalah simbol bahwa budaya kita hidup dan harus dijaga
bersama," ujar Herman dalam keterangan tertulisnya, Rabu pagi (6/5/2026).
Dalam implementasinya, Ia mengajak seluruh ASN di
lingkungan pemerintah daerah untuk mengenakan batik khas Dogiyai sebagai bentuk
dukungan nyata terhadap pelestarian budaya.
"Tak hanya itu, batik juga dibagikan kepada mitra dinas
sebagai bagian dari perluasan kampanye," ujarnya.
Disbudpar juga membuka peluang bagi Organisasi Perangkat
Daerah (OPD) maupun pihak lain yang ingin memproduksi atau menggunakan batik
khas Dogiyai.
"Langkah ini diharapkan mampu memperluas penggunaan
batik sebagai identitas daerah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi kreatif
lokal," ujarnya.
Ke depan, kata dia, batik Dogiyai juga diproyeksikan menjadi
oleh-oleh khas bagi para tamu dan wisatawan yang berkunjung, sehingga turut
memperkenalkan kekayaan budaya daerah ke tingkat yang lebih luas.
Disbudpar Kabupaten Dogiyai berharap agar masyarakat
semakin tergerak untuk memiliki, memakai, dan melestarikan batik sebagai bagian
dari jati diri guna mewujudkan Dogiyai Dou Ena, kuat, cerdas, dan berbudaya.
Penulis: Elias
Editor: Jimmy

