SALAM PAPUA (TIMIKA) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten
Mimika menilai capaian program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di wilayah
Mimika masih rendah. Untuk meningkatkan cakupan layanan, petugas Puskesmas
diminta menerapkan strategi jemput bola dengan turun langsung ke masyarakat di
kampung, distrik, hingga kelompok rentan.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinkes Mimika, Sisma HL
saat kegiatan pendampingan, koordinasi dan evaluasi Pemeriksaan Kesehatan
Gratis (PKG) bersama Puskesmas dan Distrik Kota di Ballroom Horison Diana, Jumat (29/5/2026).
Sisma mengatakan, kegiatan pendampingan dan koordinasi
tersebut melibatkan lintas sektor, khususnya pihak distrik, guna mendukung
percepatan capaian program PKG di Mimika.
“Pendampingan ini kita libatkan pihak distrik, karena memang
cakupan PKG kita masih sangat rendah. Dari target yang diberikan itu kita belum
mencapai 50 persen, seharusnya di bulan Mei itu kita capai 50 persen,” ujarnya.
Ia menjelaskan, target nasional untuk Kabupaten Mimika
mencapai 46 persen dari total jumlah penduduk atau setara 148.811 jiwa. Namun
hingga 28 Mei 2026, jumlah masyarakat yang telah mengikuti pemeriksaan
kesehatan gratis baru mencapai 19.189 jiwa.
Dengan demikian, Dinkes Mimika masih harus menjangkau
sekitar 129.622 jiwa lagi agar target hingga Desember 2026 dapat tercapai.
“Jadi kita per tanggal 28 Mei ini baru mencakup 19.189, jadi
kita masih butuh 129 ribu lebih untuk mencapai cakupan PKG hingga bulan
Desember. Jadi dalam pertemuan ini kita tekankan untuk mengejar cakupan ini,
kita tanyakan juga kendalanya apa,” jelasnya.
Menurut Sisma, berdasarkan laporan dari pihak distrik, salah
satu kendala rendahnya partisipasi masyarakat adalah keterbatasan waktu untuk
datang ke Puskesmas, serta anggapan bahwa pelayanan di fasilitas kesehatan
membutuhkan antrean panjang.
“Kendalanya yang kita dapatkan dari pihak distrik itu,
katanya masyarakat yang tidak memiliki waktu ke Puskesmas, ada juga yang malas
ke Puskesmas karena antrean. Padahal PKG ini punya jalur khusus jadi masyarakat
tidak akan antre lama. Jadi solusinya kita minta petugas turun langsung ke
wilayah masing-masing,” ungkapnya.
Ia menambahkan, 10 Puskesmas di wilayah perkotaan akan
menjalankan program PKG sesuai skema pelayanan masing-masing, sementara
Puskesmas lainnya akan menggunakan program Puskesmas Jalan Kaki (Pusjaki) untuk
menjangkau masyarakat.
Selain itu, Dinkes Mimika juga akan melibatkan paguyuban
masyarakat guna membantu sosialisasi dan pelaksanaan program di lapangan.
“Kita juga minta pelaporannya diperhatikan, karena terkadang
petugas sudah input data banyak tetapi tidak terbaca di aplikasi,” tutupnya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi

