SALAM PAPUA (YOGJAKARTA) – Pemerintah Kabupaten Nduga terus
menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia kesehatan asli
daerah melalui kerja sama strategis dengan Fakultas Kedokteran, Kesehatan
Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pertemuan antara
Asisten II Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten
Nduga, Inna Gwijangge, S.ST., M.Keb., MH.Kes., bersama Direktur RSUD Elvrida
Sara Kenyam, DR. dr. Nataniel Imanuel Hadi, M.Kes., FISQUA., dengan pimpinan
FK-KMK UGM Yogyakarta diwakili Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D.,
FRSPH selaku Dekan Fakultas Kedokteran UGM , Jumat (29/5/2026).
Pertemuan tersebut membahas persiapan penandatanganan Nota
Kesepahaman (MoU) terkait Program Pra Pendidikan Dokter Spesialis bagi
putra-putri asli Kabupaten Nduga.
Dalam sambutannya, Pemerintah Kabupaten Nduga diwakili Inna
Gwijangge menyampaikan bahwa kondisi pelayanan kesehatan di Kabupaten Nduga
hingga saat ini masih menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari tantangan
geografis, akses transportasi yang sulit, hingga minimnya tenaga kesehatan,
khususnya dokter spesialis.
“Kami memandang kerja sama ini bukan sekadar hubungan
kelembagaan, melainkan bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas
pelayanan kesehatan di daerah terpencil seperti Kabupaten Nduga,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Nduga menilai program tersebut sebagai
langkah strategis untuk mempersiapkan generasi dokter spesialis asli daerah
yang nantinya akan kembali mengabdi dan memperkuat pelayanan kesehatan bagi
masyarakat di Papua Pegunungan, khususnya Kabupaten Nduga.
Pada tahun ini, Pemerintah Kabupaten Nduga berkomitmen
mengirimkan lima orang dokter umum untuk mengikuti Program Pra Pendidikan
Dokter Spesialis. Program tersebut merupakan bagian dari implementasi visi
pembangunan daerah yang dirintis pada masa kepemimpinan almarhum Dinar Kelnea
dan kini dilanjutkan oleh Bupati Nduga, Yoas Beon, S.IP., dalam mewujudkan
pelayanan dasar yang lebih baik, khususnya di bidang kesehatan.
Sementara itu Direktur RSUD Elvrida Sara Kenyam, DR. dr.
Nataniel Imanuel Hadi, M.Kes., FISQUA., menyampaikan apresiasi kepada Bupati
Nduga atas dukungan dan komitmennya dalam pembangunan sektor kesehatan.
“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang
setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati Nduga yang telah memberikan perhatian
besar terhadap pengembangan sumber daya manusia kesehatan. Program ini
merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat besar bagi
masyarakat Nduga di masa mendatang,” ujarnya.
Lebih lanjut, dr. Nataniel mengungkapkan kebanggaannya dapat
menjadi bagian dari proses besar yang sedang dipersiapkan Pemerintah Kabupaten
Nduga.
“Kami percaya bahwa ke depan akan lahir dokter-dokter asli
Nduga, dokter spesialis asli Nduga, bahkan nantinya Direktur RSUD juga berasal
dari putra-putri asli Nduga. Ini adalah warisan pembangunan yang sangat
berharga bagi generasi Nduga yang akan datang,” ungkapnya.
Dalam tahap awal, Pemerintah Kabupaten Nduga akan
mempersiapkan pendidikan dokter spesialis pada sejumlah bidang prioritas yang
sangat dibutuhkan, yakni: Spesialis Penyakit Dalam, Spesialis Bedah, Spesialis
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan), Spesialis Anestesiologi dan Spesialis
Patologi Klinik.
Selain itu, pada tahun mendatang pemerintah daerah juga
merencanakan penambahan program pendidikan untuk: Spesialis Anak dan Spesialis
Radiologi.
Asisten II Kabupaten Nduga, Inna Gwijangge, mengatakan bahwa
penguatan sumber daya manusia kesehatan menjadi salah satu prioritas
pembangunan daerah. Kehadiran dokter spesialis asli Nduga di masa depan
diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat
kemandirian daerah di sektor kesehatan.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Nduga juga berharap dapat
membangun kerja sama yang lebih luas dengan FK-KMK UGM, khususnya melalui
program pendidikan dokter bagi anak-anak asli Nduga agar generasi muda daerah
dapat kembali mengabdi di tanah kelahirannya sendiri.
Dalam rencana pelaksanaannya, program ini diharapkan
mendapat dukungan pembiayaan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,
sementara biaya matrikulasi akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten
Nduga.
Pemerintah Kabupaten Nduga menyampaikan apresiasi kepada
FK-KMK UGM yang telah menunjukkan perhatian dan dukungan nyata bagi peningkatan
pelayanan kesehatan di daerah terpencil.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Nduga
berharap dapat mencetak tenaga dokter spesialis yang profesional, kompeten, dan
memiliki komitmen kuat untuk mengabdi kepada masyarakat di tanah kelahirannya.
Program ini sekaligus menjadi tonggak penting dalam
mewujudkan visi Kabupaten Nduga yang sehat, mandiri, dan didukung oleh sumber
daya manusia kesehatan asli daerah yang berkualitas, sehingga pelayanan
kesehatan yang lebih baik dan merata bagi seluruh masyarakat dapat terwujud
secara berkelanjutan. (Sumber: Direktur RSUD Elvrida Sara Kenyam)
Penulis/Editor: Sianturi

