SALAM PAPUA (NABIRE) - Pemerintah Provinsi (Pemprov)
Papua Tengah, para pegawai ASN, serta masyarakat mengelar Ibadah dan doa
bersama Awal bulan, di ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, eks bandara lama,
jalan Sisingamangaraja, Nabire, Senin pagi (4/5/2026).
Ibadah kali ini mengangkat tema “Saat pemimpin dan
masyarakat berdoa bersama, maka Tuhan akan mendengar serta memulihkan Negeri
kita” (2 Tawarikh 12.15).
Hadir dalam ibadah yang penuh haru ini, Gubernur Papua
Tengah Meki Fritz Nawipa, Sekretaris Daerah, para Bupati dari berbagai
kabupaten di Provinsi Papua Tengah, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD),
anggota DPRP, Majelis Rakyat Papua (MRP), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB),
hingga jajaran Kementerian Agama.
Kehadiran para petinggi daerah ini menjadi simbol kerendahan
hati otoritas pemerintahan di hadapan Sang Pencipta demi memohon kedamaian di
wilayah Provinsi Papua Tengah.
Pdt. Leon Wairara, S.Th, yang memimpin jalannya ibadah,
memberikan pesan yang sangat mendalam melalui pembacaan Alkitab 2 Tawarikh
7:12-15.
Dalam khotbahnya, ia menekankan keberhasilan sebuah negeri
tidak hanya diukur dari kekayaan alamnya, tetapi dari kedekatan hati para
pemimpinnya kepada Tuhan.
Dirinya mengambil contoh Raja Salomo, seorang pemimpin yang
luar biasa kaya dan berhikmat, namun tetap bersedia merendahkan diri di hadapan
Tuhan untuk memohon restu bagi bangsanya.
“Bapak, Ibu, saudara yang Tuhan Yesus kasihi, Firman Tuhan
yang kita baca adalah kisah di mana seorang pemimpin besar Israel yang bernama
Raja Salomo. Alkitab berkata tidak ada raja sebelum dia dan sesudah dia yang
hebat, berhikmat, pintar, dan kaya, dan terbukti sampai hari ini. Tetapi di
tengah-tengah semua itu, dia merendahkan diri dan dia mencari wajah Tuhan. Itulah
yang menjadi dasar hari ini, sebuah daerah, sebuah negeri, kalau mau Tuhan
pulihkan dan Tuhan berkati, dimulai dari kita para pemimpin,” ujar Pdt. Leon dalam
kotbahnya.
Ia juga mengingatkan tentang kisah bangsa Niniwe yang luput
dari murka Tuhan karena sang raja hingga rakyatnya bersedia bertobat dan
merendahkan diri.
Pdt. Leon mengatakan Papua Tengah saat ini membutuhkan hujan
yang berbeda, yakni hujan pertobatan dan pemulihan.
“Hari ini, Papua Tengah butuh hujan pertobatan, hujan
pemulihan, hujan keselamatan. Bapak, Ibu, Saudara, yang bisa tolong Papua
Tengah hanya Tuhan saja. Musibah demi musibah, masalah demi masalah, bahkan
pertumpahan darah terjadi hari-hari ini di Papua Tengah. Apa yang harus kita
buat? Kuncinya adalah umat-Ku merendahkan diri, berdoa, dan mencari wajah-Ku,”
tegasnya.
Usai dari Puncak Acara, Pdt. Leon kembali memandu doa kepala
daerah. Gubernur Meki Nawipa membuka rangkaian doa dengan suara yang penuh
pengabdian, menyerahkan seluruh wilayah dari Puncak Jaya hingga Nabire ke dalam
tangan Tuhan. Dalam doanya yang sangat personal, Meki mengungkapkan doa yang
menambah khusuk rangkaian doa seisi Ballroom.
“Mulai dari Puncak Jaya sampai Nabire ini Tuhan. Hari ini
Tuhan tahu semua yang di pulau, yang di pesisir, yang di lembah, yang di
gunung. Kami tetap yakin dan percaya dengan firman Tuhan bahwa Yesus datang
untuk memulihkan, menyembuhkan, menyelesaikan seluruh masalah umat manusia di
dunia ini. Bapa, terima kasih dengan otoritas yang Tuhan kasih. Waktu hamba-Mu
mau jadi pilot, Tuhan kasih jadi pilot. Waktu hamba-Mu mau jadi Bupati, Tuhan
kasih jadi Bupati. Waktu hamba-Mu mau jadi Gubernur, Tuhan juga kasih jabatan
ini secara cuma-cuma dan gratis,” ucapnya.
Lebih lanjut, Gubernur memohon agar Tuhan mengakhiri segala
bentuk kekerasan yang terjadi di tanah Papua Tengah.
“Tuhan yang sama hari ini saya meminta supaya Papua Tengah
ini Tuhan jamah, Tuhan pulihkan, Tuhan selesaikan seluruh kekerasan ini,
selesai di dalam nama Yesus. Kalau Tuhan sudah tolong saya sampai hari ini, maka
itu hari ini Tuhan kami berdoa biarlah ada damai sejahtera di negeri ini
Tuhan,” lanjutnya dalam doa yang menggema di seluruh ballroom.
Dalam doa lanjutannya, Gubernur Meki Nawipa secara tegas
menyatakan sikap spiritual untuk melepaskan segala belenggu negatif yang
menghambat kemajuan Papua Tengah. Ia menekankan pentingnya restorasi dan
reformasi total, baik dalam sistem pemerintahan maupun kehidupan masyarakat
sehari-hari.
“Tuhan cabut roh peperangan di dalam nama Yesus Kristus
sebagai Tuhan dan Juruselamat orang Papua Tengah ini. Tuhan pulihkan
manusianya, Tuhan pulihkan tanah ini. Kami hari ini hanya ada untuk memuliakan
nama Tuhan,” ucap Meki dengan penuh keyakinan.
Kegiatan doa berantai ini kemudian dilanjutkan oleh Bupati
Nabire Mesak Magai yang secara khusus mendoakan keamanan dan kesejahteraan
Kabupaten Nabire.
Bupati Paniai Yan Pit Nawipa juga turut melayangkan
permohonan untuk kedamaian di Kabupaten Paniai, sementara Wakil Bupati Puncak
Naftali Akawal mendoakan agar wilayah Puncak diberikan ketenangan dari segala
gejolak.
Para asisten dan Sekretaris Daerah Provinsi Papua Tengah pun
turut bergantian menaikkan doa untuk sektor pendidikan, perlindungan perempuan
dan anak, serta penguatan persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat yang
majemuk.
Penulis: Elias
Editor: Jimmy

