SALAM PAPUA (TIMIKA) - SDN Sentra Pendidikan Kabupaten Mimika berhasil menulis dan mencetak ratusan buku cerita rakyat Suku Kamoro sebagai upaya merawat kearifan lokal dan memperkuat identitas budaya Papua bagi generasi penerus.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pihak sekolah dengan penutur Bahasa Kamoro, Kornelia Emakoparo. Dua buku cerita rakyat yang telah diterbitkan mengangkat kisah tentang asal-usul Penyu dan Kunang-kunang serta cerita Rumah Baru Aopeya (Me Aiku Aopeya).

Kepala SDN Sentra Pendidikan, Syamsiah Muksin mengatakan, buku-buku tersebut kini telah dibagikan ke sejumlah sekolah di Mimika dan dimanfaatkan sebagai bahan lomba cerita rakyat dalam kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Dinas Pendidikan.

“Buku ini sudah dibagi ke tujuh sekolah dan telah dijadikan bahan lomba cerita rakyat dalam kegiatan Porseni di Dinas Pendidikan,” ujar Syamsiah dalam kegiatan Sosialisasi Program Membaca Meluaskan Pengetahuan dan Wawasan (Bauwa) melalui Literasi Budaya Cerita Rakyat Suku Kamoro, Selasa (26/5/2026).

Menurutnya, pengembangan literasi berbasis budaya lokal menjadi salah satu cara untuk meningkatkan minat baca siswa sekaligus mengenalkan budaya Papua sejak usia dini.

Sementara itu, penutur Bahasa Kamoro, Kornelia Emakoparo mengatakan, kehadiran buku cerita rakyat tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak SD di Mimika mengenal budaya dan sejarah Suku Kamoro.

“Kita tahu bahwa dengan kemajuan teknologi saat ini, banyak anak-anak atau generasi yang tidak lagi mengenal budaya, sehingga kita berupaya supaya budaya itu tidak punah. Saya sebagai anak Kamoro melihat generasi Kamoro juga tidak lagi melestarikan budayanya, makanya saya sangat bersyukur bisa berkolaborasi bersama SDN Sentra Pendidikan,” katanya.

Kornelia mengaku akan terus berkolaborasi dengan SDN Sentra Pendidikan dalam mengembangkan literasi budaya melalui penulisan cerita rakyat Kamoro lainnya.

“Masih ada dua buku lagi yang akan saya tulis untuk kelas 1 dan 2. Kita harus berupaya bersama dalam peningkatan literasi bagi seluruh sekolah di Timika,” ujarnya.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi