SALAM PAPUA (NABIRE) - Kepala Bulog Cabang Nabire,
Abdul Azis, memastikan stok beras yang tersedia saat ini masih dalam kondisi
aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Stok beras di gudang Bulog Nabire mencapai sekitar 1.800
ton," ujar Abdul dalam keterangannya kepada awak media, Senin siang
(4/5/2026).
Jumlah tersebut diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan
penyaluran selama tiga bulan ke depan, khususnya di wilayah Kabupaten Nabire.
“Untuk kebutuhan tiga bulan ke depan masih ter-cover dengan
baik dari stok yang ada saat ini,” ujarnya.
Bulog Cabang Nabire sendiri melayani distribusi pangan ke
lima kabupaten, yakni Nabire, Intan Jaya, Dogiyai, Deiyai, dan Paniai. Namun
dalam pelaksanaannya, tantangan distribusi masih kerap dihadapi, terutama di
wilayah dengan akses terbatas.
Penyaluran perdana ke Kabupaten Paniai menjadi salah satu
contoh. Kondisi jalan yang rusak dan curah hujan tinggi menyebabkan distribusi
sempat terhambat.
Bulog berharap adanya perbaikan infrastruktur agar proses
penyaluran ke depan dapat berjalan lebih lancar.
Sementara itu, distribusi ke Kabupaten Dogiyai dijadwalkan
berlangsung pada Selasa mendatang.
Untuk memastikan kelancaran, Bulog telah berkoordinasi
dengan pemerintah daerah serta aparat TNI dan Polri guna melakukan pengawalan.
“Pengawalan ini sebagai langkah antisipasi agar distribusi
berjalan aman,” jelas Abdul Azis.
Meski menghadapi berbagai kendala, secara umum proses
pendistribusian bantuan pangan masih berjalan kondusif tanpa gangguan berarti. Bulog
berharap kondisi ini tetap terjaga agar bantuan dapat tepat sasaran.
Tantangan terbesar justru berada di wilayah Intan Jaya.
Distribusi ke daerah tersebut harus menggunakan jalur udara dengan total kuota
sekitar 500 ton.
Keterbatasan penerbangan menjadi kendala utama, sehingga
waktu distribusi kemungkinan perlu diperpanjang hingga melewati akhir Mei.
Selain itu, seluruh biaya distribusi udara ditanggung oleh
Bulog tanpa subsidi dari pemerintah daerah. Hal ini karena program bantuan
pangan tersebut merupakan program dari pemerintah pusat.
“Memang ada kenaikan harga avtur, tetapi masih bisa diatasi
karena adanya fleksibilitas dalam pembiayaan,” tambahnya.
Hingga saat ini, penyaluran ke Intan Jaya telah mencapai
sekitar 50 ton. Sementara proses distribusi dari gudang ke bandara juga sudah
berjalan sekitar 50 persen.
Bulog berharap dukungan berbagai pihak, terutama dalam hal
infrastruktur dan akses transportasi, agar penyaluran bantuan pangan ke
wilayah-wilayah terpencil dapat semakin optimal.
Penulis: Elias
Editor: Jimmy

