Dinsos Mimika Siapkan 20 Anak Putus Sekolah Ikuti Pelatihan Vokasi Di Jakarta Dan Bogor

Dinsos Mimika Siapkan 20 Anak Putus Sekolah Ikuti Pelatihan Vokasi Di Jakarta Dan Bogor Suasana sosialisasi dan implementasi penanganan bagi keluarga anak putus sekolah serta anak jalanan atau "anak karton", yang dilaksanakan Dinas Sosial Kabupaten Mimika di Hotel Horison Diana, Senin (29/6/2026)(Salampapua.com/Acik)

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mimika menyiapkan sebanyak 20 anak putus sekolah dan anak yang hidup dalam kondisi rentan untuk mengikuti pelatihan vokasi di Jakarta dan Bogor. Program ini bertujuan membekali mereka dengan keterampilan agar lebih mandiri dan memiliki peluang kerja di masa depan.

Persiapan tersebut diawali dengan kegiatan sosialisasi dan implementasi penanganan bagi keluarga anak putus sekolah serta anak yang hidup di jalanan. Kegiatan berlangsung di Hotel Horison Diana, Jalan Budi Utomo, Timika, Senin (29/6/2026).

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Mimika, Yulita Kudiai, mengatakan sosialisasi diikuti orang tua, pendamping, pengurus panti asuhan, serta pengelola yayasan sosial sebagai langkah awal menyamakan persepsi sebelum para peserta diberangkatkan mengikuti pelatihan.

"Hari ini kami melakukan sosialisasi kepada orang tua sebelum nanti kami mengirimkan anak-anak mereka untuk mengikuti pelatihan di Jakarta dan Bogor," ujarnya.

Yulita menjelaskan, sebanyak 20 peserta berasal dari kelompok anak putus sekolah dan anak yang selama ini dikenal masyarakat sebagai "anak karton", yakni anak-anak yang kerap berada di kawasan pusat perbelanjaan untuk membantu pengendara sepeda motor dengan menggunakan kardus sebagai pelindung dari panas atau hujan.

Menurutnya, pelatihan vokasi tersebut diharapkan dapat mengembangkan minat dan bakat para peserta sehingga memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk menjalani kehidupan secara mandiri.

"Program ini merupakan kegiatan rutin tahunan Dinas Sosial yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Jumlah peserta disesuaikan dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Harapannya, setelah mengikuti pelatihan mereka dapat menjadi pribadi yang mandiri dan bermanfaat di tengah masyarakat," jelasnya.

Ia menegaskan, keberhasilan program rehabilitasi sosial tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari keluarga, terutama orang tua.

"Sebagai pemerintah kami tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan orang tua. Setelah anak mendapatkan pendampingan dari Dinas Sosial, orang tua harus terus mengawasi dan membimbing mereka agar dapat berkembang menjadi pribadi yang lebih baik," katanya.

Melalui program pelatihan vokasi ini, Dinsos Mimika berharap para peserta memperoleh keterampilan yang dapat membuka peluang kerja maupun usaha mandiri, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup serta mengurangi risiko kembali hidup di jalanan.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi