Kerusakan Parah Jalan Hasanuddin, PUPR Mimika Siapkan Rekonstruksi Total Senilai Rp5 Miliar

Kerusakan Parah Jalan Hasanuddin, PUPR Mimika Siapkan Rekonstruksi Total Senilai Rp5 Miliar Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi (Salampapua.com/Evita)

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyiapkan anggaran sekitar Rp5 miliar untuk memperbaiki secara menyeluruh ruas Jalan Hasanuddin yang mengalami kerusakan parah.

Kerusakan berupa aspal bergelombang dan tidak rata di sepanjang ruas jalan tersebut telah lama dikeluhkan masyarakat karena mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Kepala Dinas PUPR Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, mengatakan pihaknya telah menyelesaikan analisis teknis terhadap ruas jalan mulai dari kawasan SPBU hingga jembatan Pasar Sentral di persimpangan Lampu Merah Hasanuddin.

Menurut Yoga, hasil kajian menunjukkan kerusakan tidak hanya terjadi pada lapisan permukaan aspal, tetapi telah menembus hingga lapisan pondasi jalan. Kondisi ini dipicu oleh tingginya beban kendaraan yang melintas dan melebihi kapasitas desain jalan.

“Jalan ini baru dibangun sekitar lima tahun lalu, namun rusak cukup parah akibat pembebanan kendaraan yang berlebih,” ujarnya kepada salampapua.com, Sabtu (20/6/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan perhitungan konsultan sebelum kenaikan harga BBM dan material konstruksi, kebutuhan anggaran untuk penanganan ruas tersebut mencapai sekitar Rp5 miliar. Besarnya nilai pekerjaan membuat proyek tersebut belum dapat diakomodasi dalam perubahan anggaran tahun berjalan dan direncanakan masuk dalam program kerja tahun berikutnya.

Yoga menegaskan, perbaikan tidak dapat dilakukan hanya dengan penambalan pada permukaan jalan. Penanganan harus dilakukan melalui rekonstruksi total, mulai dari pembongkaran lapisan jalan yang rusak, pembentukan kembali struktur pondasi sesuai standar teknis, hingga pengaspalan berlapis dari dasar sampai lapisan permukaan.

“Karena kerusakan sudah mencapai pondasi, maka pekerjaan harus dilakukan secara menyeluruh agar hasilnya lebih kuat dan bertahan lama,” jelasnya.

Perbaikan nantinya akan mencakup kedua sisi Jalan Hasanuddin dengan panjang lebih dari satu kilometer. Dengan cakupan pekerjaan yang luas, proses penanganan diperkirakan membutuhkan anggaran dan tahapan pelaksanaan yang cukup besar.

“Pekerjaan jalan bergelombang seperti ini memang harus ditangani secara menyeluruh agar tidak kembali rusak dalam waktu singkat,” pungkasnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi