SALAM PAPUA (NABIRE) – Persatuan Perempuan Nusantara
Provinsi Papua Tengah menggelar diskusi publik dalam rangka memperingati Hari
Lahir Pancasila Tahun 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Perempuan Papua Tengah
Mengamalkan Pancasila, Menjaga Indonesia dalam Keberagaman” itu berlangsung di
Auditorium RRI, Jalan Merdeka, Karang Mulia, Nabire, Senin (1/6/2026).
Diskusi publik tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur
Papua Tengah, Meki Frits Nawipa, yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi
Umum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Papua Tengah, Victor Fun, S.Sos.,
M.Si.
Dalam sambutannya, Victor Fun menyampaikan apresiasi kepada
Persatuan Perempuan Nusantara Papua Tengah yang telah menginisiasi
penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, diskusi publik menjadi ruang
penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila
dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menjaga persatuan dan kerukunan di
tengah keberagaman.
“Hari Lahir Pancasila bukan sekadar momentum sejarah. Hari
ini merupakan kesempatan bagi kita untuk kembali menegaskan komitmen terhadap
dasar negara yang menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara,” ujarnya.
Ia mengatakan, Pancasila mengajarkan nilai-nilai ketuhanan,
kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Nilai-nilai tersebut
sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Papua Tengah yang menjunjung tinggi
semangat kekeluargaan, gotong royong, serta penghormatan terhadap adat dan
budaya lokal.
Menurut Victor, tema yang diangkat dalam diskusi publik
tersebut mengingatkan semua pihak bahwa perempuan memiliki posisi strategis
dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan mendukung pembangunan daerah.
“Perempuan bukan hanya bagian dari pembangunan, tetapi juga
penjaga harmonisasi sosial, penjaga budaya, dan penguat persatuan di tengah
masyarakat yang majemuk,” katanya.
Ia menambahkan, Papua Tengah merupakan rumah bagi berbagai
suku, bahasa, budaya, dan latar belakang masyarakat. Mulai dari Nabire, Mimika,
Paniai, Dogiyai, Deiyai, Intan Jaya, Puncak, hingga Puncak Jaya, masyarakat
hidup dalam keberagaman yang menjadi kekuatan daerah.
“Keberagaman tersebut harus terus dijaga melalui semangat
persaudaraan, toleransi, dan saling menghormati. Dalam konteks itulah Pancasila
menjadi landasan yang sangat penting untuk menjaga kehidupan masyarakat yang
aman, damai, dan harmonis,” ujarnya.
Lebih lanjut, Victor mengatakan Papua Tengah saat ini terus
membangun diri sebagai provinsi baru dengan fokus pada peningkatan kualitas
sumber daya manusia, pelayanan pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, serta
pembangunan infrastruktur.
“Dalam proses pembangunan tersebut, semangat persatuan dan
nilai-nilai Pancasila harus tetap menjadi dasar agar pembangunan dapat berjalan
secara adil dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat, termasuk hingga ke
wilayah pedalaman dan pegunungan,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting
dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila, dimulai dari lingkungan keluarga
sebagai tempat pertama pembentukan karakter anak.
“Perempuan berperan dalam menanamkan nilai kejujuran,
kedisiplinan, tanggung jawab, toleransi, dan rasa hormat kepada sesama.
Nilai-nilai tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengamalan
Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Menurutnya, banyak perempuan Papua Tengah yang telah
menunjukkan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah, baik sebagai guru di
wilayah pedalaman, tenaga kesehatan yang melayani masyarakat di
kampung-kampung, pelaku UMKM, aktivis sosial, aparatur pemerintah, maupun
pemimpin organisasi.
“Perempuan Papua Tengah juga memiliki peran penting dalam
menjaga nilai-nilai budaya, memperkuat ketahanan keluarga, serta membangun
generasi muda yang tangguh untuk masa depan Papua Tengah,” pungkasnya.
Penulis: Elias
Editor: Sianturi


