Siswa Papua Menembus Panggung Dunia Lewat Prestasi Luar Biasa Dari SATP

Siswa Papua Menembus Panggung Dunia Lewat Prestasi Luar Biasa Dari SATP Siswa SATP Timika yang berprestasi internasional beberapa waktu lalu (Dokumen SATP)

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Papua. Siswa Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) berhasil menembus panggung kompetisi internasional setelah delapan siswa lolos ke babak final Asia International Mathematical Olympiad (AIMO) 2026 di Vietnam, sementara delegasi klub koding SATP melaju ke babak final dunia International Junior Informatics Olympiad (IJIO) 2026 di Uzbekistan.

Capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa anak-anak Papua mampu bersaing di tingkat global ketika memperoleh kesempatan, pembinaan, dan dukungan pendidikan yang memadai. Prestasi ini juga menegaskan keberhasilan program pengembangan sumber daya manusia yang dijalankan SATP di bawah Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) dengan dukungan PT Freeport Indonesia.

Pada bidang matematika, delapan siswa SATP berhasil meraih Silver Medal dalam babak penyisihan regional Asia International Mathematical Olympiad (AIMO) 2026 yang berlangsung pada 25 April 2026. Hasil tersebut mengantarkan seluruh peserta SATP melaju ke Final Round AIMO 2026 yang akan digelar di Hanoi, Vietnam, pada 1–5 Agustus 2026.

Siswa berprestasi tingkat SD dari SATP (Dokumen SATP) Siswa berprestasi tingkat SD dari SATP (Dokumen SATP)

Mereka adalah Cindy Magai (Kelas 2), Petrus Magal (Kelas 4), Seprianto Abugau (Kelas 5), Sanus Kum (Kelas 5), Eben Jawame (Kelas 7), Denis Omaleng (Kelas 8), Yoram Kum Uamang (Kelas 8), dan Seno Yanampa (Kelas 8).

Ketua UPT Pusat Prestasi SATP, Elpianus Paat, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari pembinaan pendidikan dan teknologi yang dijalankan secara konsisten sejak tahun 2022. Menurutnya, prestasi tersebut membuktikan bahwa siswa Papua memiliki potensi besar untuk bersaing dengan pelajar dari berbagai negara.

“Prestasi ini diraih dengan tetap menjunjung tinggi nilai karakter dan budaya Papua. Namun tantangan di babak final akan jauh lebih berat sehingga anak-anak harus terus meningkatkan disiplin, semangat belajar, dan komitmen mereka,” ujarnya.

Selain matematika, siswa SATP juga menunjukkan prestasi gemilang di bidang teknologi dan pemrograman. Dalam ajang International Junior Informatics Olympiad (IJIO) 2026 yang diikuti 1.893 peserta dari 26 negara, delegasi SATP yang menjadi satu-satunya wakil Papua berhasil meraih dua medali perunggu dan dua penghargaan Honorable Mention.

Dua siswa yang meraih Bronze Medalist Award adalah Dena Dimpau dan Merenus Alomang. Sementara penghargaan Honorable Mention Award diraih Erion Uamang dan Yuvinia Ukapoka.

Hasil tersebut mengantarkan dua siswa SMP SATP lolos otomatis ke IJIO Global Final 2026 di Tashkent, Uzbekistan. Adapun dua siswa SD peraih Honorable Mention masih memiliki peluang mengikuti babak final setelah menjalani pelatihan dan seleksi lanjutan.

Kepala Unit Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) SATP sekaligus penanggung jawab Program Koding SATP, Joy Londok, mengatakan fondasi pembelajaran yang dibangun secara berkelanjutan menjadi faktor utama keberhasilan para siswa.

“Meskipun persiapan khusus menuju kompetisi hanya berlangsung sekitar tiga minggu, mereka sudah memiliki dasar yang kuat melalui pembelajaran reguler sepanjang tahun. Dukungan sistem pembelajaran digital sekolah juga membantu siswa beradaptasi dengan cepat menghadapi tantangan kompetisi internasional,” katanya.

Menjelang final di Vietnam dan Uzbekistan, para siswa kini menjalani pembinaan intensif guna mematangkan kemampuan akademik dan keterampilan pemecahan masalah yang akan dihadapi pada kompetisi tingkat dunia tersebut.

Kepala Sekolah Taruna Papua, Sonianto Kuddi, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian para siswa yang dinilai telah menjadi inspirasi bagi generasi muda Papua.

“Kalian telah membuktikan bahwa anak-anak Papua mampu bersaing dan bersinar di panggung dunia. Kami bangga bukan hanya karena prestasi yang diraih, tetapi juga karena kalian tetap menjunjung tinggi nilai budaya, karakter, dan identitas sebagai orang Papua,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan sekadar raihan medali, melainkan simbol harapan baru bagi kemajuan pendidikan Papua. Di Hanoi dan Tashkent nanti, para siswa tidak hanya membawa nama sekolah atau daerah, tetapi juga membawa mimpi dan harapan masyarakat Papua untuk masa depan yang lebih baik.

SATP juga menyampaikan apresiasi kepada YPMAK sebagai pemilik sekolah dan PT Freeport Indonesia sebagai mitra utama yang selama ini mendukung pengembangan pendidikan dan teknologi bagi generasi muda Papua.

Keberhasilan ini semakin mempertegas bahwa investasi pada pendidikan berkualitas mampu melahirkan generasi Papua yang kompetitif, inovatif, dan siap bersaing di tingkat global.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi