SALAM PAPUA (TIMIKA) – Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menyampaikan apresiasi terhadap berbagai program yang dijalankan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) sebagai pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI).

Menurutnya, YPMAK telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Mimika melalui program-program di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga pembangunan kampung.

Kemong menilai, meskipun menghadapi keterbatasan pendanaan, YPMAK tetap konsisten membuka kesempatan bagi putra-putri daerah, khususnya Orang Asli Papua (OAP), untuk berkembang dan meningkatkan kualitas hidup.

“Kontribusi YPMAK, terutama bagi anak-anak OAP, sangat membantu. YPMAK secara langsung membuka ruang bagi mereka untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik. Bahkan dengan pendanaan yang terbatas, YPMAK mampu melahirkan anak-anak Papua yang berhasil menjadi dokter,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Ia menjelaskan, di sektor pendidikan, YPMAK terus memberikan kesempatan kepada anak-anak OAP dan putra daerah untuk melanjutkan pendidikan melalui berbagai program beasiswa dan dukungan pendidikan lainnya.

Sementara di bidang kesehatan, keberadaan Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) menjadi bukti komitmen YPMAK bersama PT Freeport Indonesia dalam mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat Mimika.

“Melalui RSMM, masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari dukungan yang diberikan Freeport dan YPMAK dalam bidang kesehatan,” katanya.

Pada sektor ekonomi, Kemong menilai program pemberdayaan usaha masyarakat yang dijalankan YPMAK telah berjalan dengan baik. Selain itu, program pembangunan kampung melalui penyaluran dana kampung juga dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya penguatan fungsi pengawasan agar seluruh program dapat berjalan secara merata, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Semua program sudah berjalan baik, namun fungsi pengawasan harus diperkuat agar benar-benar efektif. Sinergi dengan pemerintah juga menjadi kunci agar regulasi dan pembangunan dapat berjalan sesuai tujuan bersama,” harapnya.

Kemong menegaskan bahwa kehadiran YPMAK bersama PT Freeport Indonesia telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat Mimika selama ini. Namun, ia berharap evaluasi terus dilakukan untuk memperbaiki berbagai kekurangan yang masih ada.

Menurutnya, tujuan akhir dari seluruh program pemberdayaan adalah menciptakan masyarakat yang mandiri dan tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah maupun YPMAK.

“Program-program ini perlu terus dievaluasi dan kekurangan yang ada harus dibenahi bersama. Yang terpenting, kita harus mendorong masyarakat agar semakin mandiri dan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki,” pungkasnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi