SALAM PAPUA (TIMIKA) – Sebanyak sembilan perempuan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, dikabarkan menjadi korban penyanderaan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB), Selasa (18/8/2026). Dalam insiden tersebut, seorang ibu dilaporkan tewas setelah ditembak saat berupaya menyelamatkan anak gadisnya.
Informasi tersebut dibenarkan Kepala Distrik Jila, Enoks Lokobal, saat dikonfirmasi Salampapua.com melalui sambungan telepon, Rabu (19/8/2026).
Enoks mengatakan, sebagian besar dari sembilan perempuan yang dikabarkan disandera tersebut masih berusia di bawah umur.
“Benar. Kemarin saya baru turun dari Jila, tapi setelah tiba di Timika baru dapat informasi itu. Saya ditelepon sama Danramil Jila. Itu sebagian besar masih anak gadis,” ujar Enoks.
Namun, hingga saat ini Enoks belum mengetahui secara rinci identitas seluruh korban maupun motif di balik aksi penyanderaan tersebut.
“Saya belum tahu jelas nama-nama dari para korban. Saya juga belum tahu apa motif dari para pelaku,” katanya.
Insiden penyanderaan tersebut terjadi sehari setelah kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata di wilayah Jila, Senin (17/8/2026).
Dalam kontak tembak tersebut, seorang anggota TNI, Pratu Rizki Kurniawan, dilaporkan gugur, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka-luka.
Pasca-insiden penembakan, aparat gabungan TNI-Polri melakukan penanganan di wilayah tersebut dan situasi sempat dilaporkan kondusif.
Namun, munculnya informasi mengenai penyanderaan warga sipil kembali memicu kekhawatiran masyarakat di Distrik Jila. Warga khawatir terhadap keselamatan keluarga mereka yang masih berada di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi lengkap penyanderaan, identitas kelompok yang diduga terlibat, maupun langkah yang dilakukan untuk memastikan keselamatan dan pembebasan para korban.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi