Kantongi Identitas Pelaku Pembunuhan Jeren Wamang, Polisi Minta Tokoh Masyarakat Kendalikan Warga Kabag Ops Polres Mimika, Kompol Hendri Alvredo Korwa didampingi Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, saat berkomunikasi bersama keluarga korban pembunuhan di Kwamki Narama (salampapua.com/Foto: Dokumen Polsek Kwamki Narama)

Kantongi Identitas Pelaku Pembunuhan Jeren Wamang, Polisi Minta Tokoh Masyarakat Kendalikan Warga

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Polres Mimika terus melakukan pendekatan bersama keluarga korban, Jeren Wamang, yang tewas akibat dipanah di jalan Mambruk, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki mengatakan, identitas para pelaku dalam kasus pembunuhan telah dikantongi. Dia menegaskan bahwa kasus ini merupakan tindak pidana murni dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Dalam pertemuan persuasif yang melibatkan Kabag Ops, Kasat Sabhara, Kapolsek Kwamki Narama, serta tokoh masyarakat Naop Dang, pihak kepolisian meminta para tokoh adat dan pemimpin masyarakat untuk berperan aktif mengendalikan warga. Hal ini bertujuan untuk mencegah eskalasi konflik atau aksi balas dendam yang dapat mengganggu keamanan.

"Identitas beberapa orang pelaku kasus pembunuhan telah kami kantongi, karena kasus tersebut merupakan tindak pidana murni. Apabila ada permasalahan yang terjadi, tidak ada pihak-pihak yang boleh mengaitkannya dengan masalah perang suku," kata Iptu Yusak, Rabu (5/8/2026).

Dia juga mengingatkan bahwa sebelumnya telah dilaksanakan prosesi perdamaian yang ditandatangani oleh tokoh dari kedua belah pihak yang bertikai. Oleh karena itu, penyelesaian kasus ini harus diserahkan sepenuhnya kepada proses hukum, bukan melalui jalan kekerasan.

Adapun keluarga almarhum Jeren Wamang menyampaikan beberapa poin penting  agar bantuan bahan makanan dari berbagai pihak diserahkan langsung ke rumah duka untuk memudahkan pendistribusian. Keluarga juga mendesak agar pagar pembatas yang dibangun oleh Kelompok Niwigelan segera dibongkar. Keluarga berencana mengadakan pertemuan internal untuk membahas langkah lebih lanjut terkait hal ini, dan hasil kesepakatan akan disampaikan secara terbuka di lokasi bekas pertikaian agar diketahui oleh pihak kepolisian dan pemerintah daerah.

Pertemuan yang difasilitasi oleh Naop Dang ini menekankan pentingnya pendekatan persuasif agar keluarga korban dapat menerima proses hukum dan menyampaikan pesan damai kepada warga luas.

Penulis: Acik

Editor: Jimmy