SALAM PAPUA (TIMIKA) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika memberikan pelatihan Sistem Manajemen Kios Sampah kepada 63 petugas, 10 pengawas, dan 16 penanggung jawab kios sampah, termasuk empat kios di tingkat sekolah, di Ballroom Hotel Diana Timika, Sabtu (19/9/2026).
Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan petugas dalam mengoperasikan aplikasi digital pengelolaan kios sampah sekaligus memperkuat paradigma baru pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular dengan prinsip reduce, reuse, recycle (3R).
Sekretaris DLH Mimika, Ramli L. MKes, menekankan pentingnya profesionalisme dan akuntabilitas dalam menjalankan tugas. Menurutnya, profesionalisme tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga mencakup kompetensi, loyalitas, serta etika moral.
“Kami harapkan profesional dalam melaksanakan tugas ini bukan hanya punya kompetensi kemampuan, tetapi juga akuntabilitas, loyalitas, dan etika moral dalam pelayanan publik,” tegasnya.
Ia mengatakan, akuntabilitas diperlukan agar petugas kios sampah mampu bertanggung jawab terhadap pelayanan kepada masyarakat. Dengan sistem digital, pengelolaan sampah diharapkan semakin efisien sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Sementara itu, Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Mimika, Algertho Reno Asmuruf, ST, MT, mengatakan kios sampah saat ini telah tersebar di lima distrik wilayah perkotaan Timika, termasuk Kuala Kencana dan Kwamki Narama.
Menurutnya, program tersebut merupakan pengembangan aplikasi yang mulai diterapkan sejak 2025. Saat itu, sistem telah digunakan pada delapan kios sampah.
“Aplikasi ini sudah ada sejak 2025 dan mulai digunakan di delapan kios sampah. Kini kita kembangkan menjadi 16 kios sampah ditambah empat kios sekolah,” jelasnya.
Algertho menjelaskan, melalui sistem tersebut masyarakat dapat menukarkan sampah dengan sembako maupun saldo digital seperti GoPay dan DANA. Aplikasi juga dilengkapi fitur pengisian pulsa dan paket data internet.
“Kami berharap aplikasi ini efektif digunakan di seluruh kios sampah, khususnya di sekolah. Di sekolah, sistem lebih difokuskan pada penukaran digital untuk biaya pendidikan dan kebutuhan sekolah,” harapnya.
Melalui digitalisasi tersebut, DLH Mimika menargetkan pengelolaan kios sampah menjadi lebih transparan dan efisien serta mendukung penerapan ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi