SALAM PAPUA (TIMIKA) – Aparat gabungan yang terdiri dari Polsek Kawasan Pelabuhan Poumako, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud), serta Lanal Timika menggelar razia dan pengamanan rutin terhadap kedatangan kapal penumpang Pelni atau yang dikenal sebagai "Kapal Putih" di Dermaga Poumako, Mimika, Minggu pagi (20/9/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolsek Kawasan Pelabuhan Poumako, Iptu Teguh Krisandi Fardha ini, menyasar para penumpang kapal KM Leuser yang baru tiba dari wilayah Tual, Maluku Tenggara.
Dalam operasi tersebut, aparat berhasil mengamankan barang bukti berupa minuman keras lokal jenis sopi atau Cap Tikus (CT) dengan total mencapai 213 liter.
"Kami berhasil mengamankan barang bukti berupa minuman keras lokal sebanyak 213 liter yang dibawa oleh penumpang yang hendak turun ke Timika," ungkap Iptu Teguh usai kegiatan.
Iptu Teguh menjelaskan bahwa saat ini tim Unit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan Poumako tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pelaku yang diamankan. Langkah ini dilakukan untuk menggali keterangan lebih lanjut guna mengungkap motif dan jaringan distribusi minuman keras tersebut.
Berdasarkan hasil identifikasi selama ini, modus operandi yang sering digunakan para pelaku adalah dengan menitipkan minuman keras kepada penumpang. Barang-barang ilegal tersebut biasanya dikemas sedemikian rupa hingga menyerupai pakaian atau bahan makanan sehari-hari, dengan dalih untuk menjajakan demi memenuhi kebutuhan hidup di Kabupaten Mimika.
Menyikapi temuan ini, Iptu Teguh menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan tindakan kepolisian. Razia tidak hanya dilakukan terhadap setiap kapal yang masuk, tetapi juga akan menyisir titik-titik lokasi yang diduga menjadi tempat penjualan maupun pengolahan minuman keras di wilayah hukumnya.
"Hal ini dimaksudkan sebagai bentuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas), khususnya di wilayah pesisir," tegasnya.
Mengingat keamanan dan kenyamanan merupakan tanggung jawab bersama, Iptu Teguh mengajak seluruh lapisan masyarakat dan stakeholder terkait untuk tetap berkolaborasi. Ia meminta warga untuk proaktif berkomunikasi dan berkoordinasi apabila menemukan hal-hal yang dapat mengganggu ketertiban umum.
"Kami meminta kepada seluruh masyarakat maupun stakeholder agar tetap bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan di wilayah pesisir dengan tetap melakukan koordinasi dan komunikasi yang intens," pintanya.
Langkah preventif dan represif ini diharapkan dapat menekan tingkat kriminalitas serta menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk turut serta menjaga Kamtibmas di wilayah pesisir Mimika.
Penulis: Acik
Editor: Jimmy