Lagi, KNPB Tuntut Perhatian Pemerintah Atas Krisis Kemanusiaan Di Tanah Papua Massa KNPB saat menyampaikan aspirasi di hadapan sejumlah anggota DPRK Mimika, Rabu (28/10/2026) (salampapua.com/Acik)

Lagi, KNPB Tuntut Perhatian Pemerintah Atas Krisis Kemanusiaan Di Tanah Papua

SALAM PAPUA (TIMIKA) — Lagi, untuk kesekian kalinya Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Mimika menggelar aksi demo damai ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK).

Dipimpin Ketua KNPB wilayah Mimika, Yanto Awerkion, pada Rabu (28/10/2026), ratusan massa yang berdatangan dari berbagai titik kumpul di kota Timika melakukan longmarch dan menduduki halaman kantor DPRK.

Yanto Awerkion menyampaikan pernyataan sikap Badan Pengurus Pusat (BPP) KNPB di hadapan anggota DPRK menyoroti urgensi penanganan krisis kemanusiaan, pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), serta isu pengungsian yang terjadi di Tanah Papua.

Dalam pernyataan sikapnya, Yanto menegaskan bahwa permasalahan di West Papua tidak dapat direduksi hanya sebagai kasus pelanggaran HAM semata. KNPB mendesak agar penyelesaian konflik menyentuh akar historis dan politik, perlindungan masyarakat adat, serta penghormatan terhadap aspirasi politik rakyat West Papua.

Lebih lanjut, Yanto meminta agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya Sekretaris Jenderal PBB, untuk membuka ruang partisipasi bagi masyarakat adat, korban kekerasan, pengungsi internal, keluarga korban, tokoh gereja, pembela HAM, dan elemen masyarakat sipil Papua.

Organisasi ini juga mendorong perhatian internasional terhadap situasi HAM di West Papua, mendesak akses kemanusiaan yang aman bagi masyarakat terdampak konflik, serta pemantauan HAM secara independen. Mereka menyerukan agar isu dekolonisasi dan hak menentukan nasib sendiri  mendapat perhatian serius berdasarkan prinsip hukum internasional.

Dalam kesempatan yang sama, Yanto turut menyoroti kasus dugaan kekerasan yang menimpa dua siswa di Kabupaten Yahukimo. Massa menuntut pertanggungjawaban Presiden Prabowo Subianto atas peristiwa yang mereka tuduhkan melibatkan aparat keamanan, serta mendesak agar jenazah kedua korban segera dikembalikan kepada keluarga.

Menanggapi aksi tersebut, Anggota DPRK Mimika, Matius Yanengga, menerima langsung pernyataan sikap KNPB. Yanengga berkomitmen untuk meneruskan aspirasi masyarakat kepada pihak eksekutif maupun instansi terkait di tingkat pusat.

Dalam sambutannya, Yanengga memberikan apresiasi tinggi kepada massa aksi yang telah menyampaikan tuntutan secara tertib dan damai.

“Kami terima aspirasi ini dan kami akan teruskan,” kata Yanengga di hadapan peserta aksi.

Ia menilai, penyampaian aspirasi yang berlangsung tanpa kericuhan maupun benturan dengan aparat keamanan merupakan hal yang positif dan patut dihargai.

“Tidak ada kericuhan, tidak ada benturan dengan aparat, itu yang paling penting,” ujarnya yang disambut tepuk tangan dari para peserta aksi.

Yanengga memastikan bahwa dirinya bersama sejumlah rekan anggota dewan lainnya akan mewakili suara masyarakat. Ia menyebut momentum ini sebagai tanggung jawab moral para wakil rakyat untuk menyuarakan tuntutan yang telah diterima.

“Kami sangat menghargai aspirasi ini. Tentunya kami, beberapa orang DPR, akan mewakili dari 40 sekian anggota dewan, dan kami akan meneruskan aspirasi ini,” pungkasnya.

Penulis: Acik

Editor: Jimmy