SALAM PAPUA (NABIRE) - Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXIX Mambruk Papua Tengah, Mayjen Aminton Manurung mengatakan bahwa kehadiran Komando Daerah Militer Kodam XXIX Mambruk di Papua Tengah untuk memberikan kenyamanan dan keamanan stabilitas kepada masyarakat di wilayah Provinsi Papua Tengah, bukan untuk menakut-nakuti masyarakat.
Menurut Mayjen Aminton, pengerahan ribuan personel TNI di wilayah hukumnya tak sekadar berfokus pada pendekatan teritorial dan keamanan, tetapi juga membawa multiplier effect bagi perekonomian warga.
"Saat ini sebanyak 820 personel TNI telah ditempatkan di Mimika, 804 personel di Nabire, dan sebagian lainnya telah mengisi marshalling area kabupaten. Kehadiran Kodam XXIX/Mambruk bertujuan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat serta Forkopimda. Di samping itu, keberadaan ribuan prajurit ini otomatis menggerakkan ekonomi lokal melalui pemanfaatan potensi dan pasar daerah," ujar Mayjen TNI Aminton Manurung saat diwawancara di Nabire, Rabu (21/10/2026).
Ia menjelaskan, proses pemenuhan sarana fisik hingga pemenuhan alutsista kini tengah berjalan bertahap dari Jakarta dengan dukungan penuh pemerintah daerah setempat.
"Mengantisipasi riak di tengah dinamika masyarakat, perlunya pendekatan humanis agar institusi militer ini membaur manunggal bersama rakyat Papua," katanya.
Dia menambahkan, pembentukan Kodam XXIX/Mambruk telah diresmikan pada momentum Hari Ulang Tahun ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026, yang diharapkan tidak hanya menjadi benteng penjaga kedaulatan negara di wilayah tengah Papua, tetapi juga motor penggerak stabilitas kawasan.
"Dengan iklim keamanan yang makin kondusif dan hubungan yang erat bersama masyarakat, kehadiran Kodam baru ini diyakini mampu mengakselerasi pembangunan infrastruktur, merangsang investasi lokal, serta membawa lompatan kemajuan bagi masyarakat Papua Tengah," pungkasnya.
Penulis: Elias
Editor: Jimmy